HarianPublik.id,Kendari – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Universitas Halu Oleo (PKMI-UHO) melakukan pelatihan Membangun Gerakan Pemilihan dan Pengolahan Sampah di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat yang terdiri dari sejumlah dosen dan 2 orang mahasiswa. Tim diketuai oleh Dr. Jenny Delly, dengan anggota Dr. Yuspian Gunawa, Ir. Samhuddin, MPW, Prinop Askhar, ST.,MT, Jaka Seru Dwi, ST. M.Eng, serta mahasiswa Dela Puspita dan Noor Apriliani.
Pelatihan ini dibuka oleh Dr. Jenny Delly selaku Ketua Pelaksana PKMI-UHO dan diikuti lebih dari 30 warga Puasana, pada Minggu 3 November 2024.
Lalu kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang pemilahan sampah dan bank sampah. Peserta juga diajak lebih mengenal materi dengan simulasi mengenal tentang jenis-jenis sampah dan pemilahan sampah.
Pasalnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sehingga dapat bernilai ekonomi.
Desa Puasana merupakan desa dengan kepadatan penduduk terendah di Kecamatan Moramo Utara. Dimana, sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Dengan jumlah penduduk yang tidak banyak, dapat diasumsikan bahwa timbulan sampah yang dihasilkan tidak banyak.
Ketua tim PKMI UHO, Dr. Jenny Delly menjelaskan bahwa pelatihan ini diadakan sebab hingga saat ini masih masyarakat Desa Puasana yang belum memiliki tempat pembuangan sampah akhir. Sehingga, mereka lebih memilih memanfaatkan pekarangan atau lahan di depan atau belakang rumah sebagai tempat pembuangan sampah yang kemudian akan dibakar jika sudah kering.
“Padahal pemanfaatan sampah organik secara optimal mampu menghasilkan nilai ekonomis yang cukup baik. Selain bernilai ekonomis, gerakan pemilihan sampah ini juga bertujuan untuk mengurangi sampah yang menjadi sumber permasalahan,” jelasnya.
Selain itu, Ketua Tim PKMI-UHO yang turut didampingi Wakil Kepala Desa Puasana mempraktekan cara pemilahan sampah anorganik di halaman rumah warga.
“Kegiatan ini penting dilakukan karena dapat mengurangi sampah melalui pemilahan sampah rumah tangga yang terdiri dari sampah organik dan anorganik. Dengan begitu, warga Desa Puasana bisa memanfaatkan sampah anorganik menjadi rupiah, dengan dikumpulkan di bank sampah,” papar Dr. Jenny.
Pada kesempatan ini, Tim PKMI – UHO juga membuat tempat sampah dan bank sampah yang dapat menambah pemasukan dari warga setempat. Selanjutnya, untuk mempermudah pengumpulan sampah anorganik, Tim PKMI UHO memberikan 1 buah dropbox yang dapat digunakan untuk pengumpulan sampah anorganik yang sudah dipilah oleh masyarakat. Dimana, sampah yang dimasukkan ke dalam dropbox dalam keadaan bersih dan kering.
Sementara itu, Kepala Desa Puasana berharap kerjasama ini mampu memberikan kesadaran kepada warga desa khususnya para ibu rumah tangga tentang pemberdayaan sampah. Selain untuk menjaga lingkungan, kegiaan pemberdayaan ini mampu memberikan benefit untuk belanja rumah tangga anggota.
”Salah satu dari lima pilar SDGs adalah kesehatan. Kegiatan ini salah satunya kita dorong agar warga masyarakat sadar pentingnya menjaga lingkungan dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Harapannya dengan kegiatan ini masyarakat dapat semakin paham tentang pentingnya pemilahan sampah dan manfaat sampah yang mempunyai nilai ekonomi, agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sejahtera. (**)







Komentar