Harianpublik.id,Bombana – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, terpaksa dipulangkan lebih awal dari Arab Saudi setelah mengalami gangguan kesehatan serius saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Jemaah bernama Sanusi Bin Pasanra yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 38 dipulangkan ke Indonesia melalui mekanisme tanazul, yakni perpindahan jemaah ke kloter yang lebih awal berdasarkan rekomendasi tim kesehatan dan pertimbangan medis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tenggara, Muhammad Lalan Jaya, mengatakan kebijakan tersebut diambil demi menjaga keselamatan jemaah yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk melanjutkan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Beliau ditanazulkan dari Kloter 38 ke Kloter 31. Kebijakan ini merupakan bentuk pelayanan dan perlindungan kepada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan agar segera memperoleh penanganan medis yang lebih optimal,” ujar Lalan Jaya saat berada di Embarkasi Makassar, Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan, Sanusi didiagnosis mengalami anemia berat dengan kadar hemoglobin (Hb) hanya 7,4 g/dL, jauh di bawah batas normal. Selain itu, ia juga memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga dinilai berisiko tinggi apabila tetap menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.
Atas kondisi tersebut, tim kesehatan merekomendasikan agar Sanusi segera dipulangkan ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa mekanisme tanazul merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan, sehingga keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama selama penyelenggaraan ibadah haji. (**)
Reporter: Ismi Azizah







Komentar