Harianpublik.id,Kendari– Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al-Amin Polda Sulawesi Tenggara pada Selasa malam (10/3/2026). Usai pelaksanaan salat tarawih, Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Sultra, Kompol Alwi, S.Ag menyampaikan tausiah Ramadan yang sarat makna dan menyentuh hati para jamaah.
Ceramah tersebut dihadiri oleh pejabat utama Polda Sultra, personel kepolisian, serta masyarakat yang bersama-sama menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah dan refleksi diri.
Dalam tausiyahnya, Kompol Alwi mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Ia menegaskan bahwa kitab suci tersebut diturunkan oleh Allah SWT sebagai petunjuk agar manusia dapat menjalani kehidupan dengan arah yang jelas, baik di dunia maupun ketika kelak kembali kepada-Nya.
“Al-Qur’an adalah pedoman kehidupan yang Allah turunkan untuk membimbing manusia dalam menjalani kehidupan di dunia hingga menuju kehidupan di akhirat,” ujar Kompol Alwi di hadapan jamaah.
Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, ia kemudian memberikan perumpamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sebagaimana seseorang mempersiapkan bekal ketika hendak melakukan perjalanan jauh, manusia juga harus menyiapkan bekal terbaik untuk perjalanan menuju kehidupan akhirat.
“Ketika kita hendak mudik Lebaran, tentu kita menyiapkan berbagai bekal agar perjalanan terasa aman dan nyaman. Begitu pula saat kita kelak ‘pulang’ menuju akhirat, kita harus mempersiapkan bekal yang jauh lebih baik, yaitu amal ibadah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa bulan suci Ramadan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh. Puasa, salat malam, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah menjadi bekal berharga yang kelak akan menyelamatkan manusia di hadapan Allah SWT.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk membersihkan hati dari berbagai sifat buruk yang sering kali tanpa disadari melekat dalam diri manusia.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, membersihkan hati dari ego, kesombongan, dan sifat takabur, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.
Di akhir ceramahnya, Kompol Alwi mengingatkan bahwa perjalanan Ramadan terus berjalan dan perlahan mendekati penghujungnya. Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak menyia-nyiakan sisa waktu yang ada.
“Jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan dalam diri kita. Jadikan setiap malam Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri,” pesannya.
Tausiah tersebut pun meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah. Dalam keheningan malam Ramadan, pesan tentang pentingnya mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. (**)
Reporter: Ismi Azizah







Komentar