Gubernur Sultra Tegaskan Reformasi Sistem dan Transparansi Anggaran di Mubes II IKA SMAN 4 Kendari

HarianPublik.id,Kendari– Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pemerintahan yang transparan, berkeadilan, dan berorientasi pada penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 4 Kendari, yang digelar di Hotel Zahra Syariah, pada Sabtu (13/12/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Mubes II IKA SMAN 4 Kendari yang dinilainya strategis karena dihadiri berbagai elemen, mulai dari alumni, tokoh masyarakat, politisi, akademisi, hingga pelaku usaha. Ia juga menyebut kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap peran alumni dalam pembangunan daerah.

“Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi setelah itu kita harus bersatu untuk membangun daerah dan negara,” katanya.

Gubernur juga memaparkan visi pemerintahannya, yakni mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Namun, menurutnya, visi tersebut menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan fiskal daerah dan beban utang yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Ia menjelaskan bahwa kontribusi Sulawesi Tenggara terhadap negara melalui sumber daya alam mencapai lebih dari Rp100 triliun per tahun, tetapi dana transfer yang diterima daerah justru relatif kecil. Oleh karena itu, pemerintah provinsi tengah memperjuangkan status Provinsi Kepulauan guna mewujudkan kesetaraan fiskal dengan daerah lain.

“Kalau kita diakui sebagai provinsi kepulauan, maka perhitungan fiskalnya akan lebih adil dan berdampak pada peningkatan anggaran pembangunan,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya investasi di sektor pendidikan sebagai fondasi kemajuan daerah. Ia menyebut pemerintah provinsi sedang mendorong hadirnya SMA unggulan, baik yang terintegrasi dengan program nasional maupun unggulan tingkat provinsi, serta memperkuat jalur pendidikan sejak SD dan SMP.

Ia juga menargetkan program beasiswa berskala besar, termasuk pengiriman ribuan pelajar ke luar daerah dan luar negeri setiap tahunnya. Menurutnya, anggaran pendidikan harus fokus pada sasaran strategis dan tidak dibagi secara seremonial tanpa dampak nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan praktik korupsi, termasuk jual beli jabatan dan penyalahgunaan dana pendidikan seperti dana BOS. Ia memastikan seluruh kebijakan dan anggaran akan dibuka secara transparan kepada publik.

“Sistem yang baik akan memaksa siapa pun untuk bekerja dengan benar. Tidak boleh ada lagi jual beli jabatan dan penyalahgunaan anggaran,” tutupnya.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai gubernur, dirinya tidak menggunakan fasilitas keuangan negara yang melekat pada jabatannya, termasuk gaji dan biaya perjalanan dinas, sebagai bentuk empati terhadap kondisi aparatur dan tenaga honorer yang masih menerima penghasilan di bawah standar.

Kegiatan Mubes II IKA SMAN 4 Kendari ini turut dihadiri Direktur Bank Sultra, jajaran pengurus IKA SMA dari sejumlah sekolah di Kendari, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, serta Kepala SMAN 4 Kendari Liyu, S.Pd., M.Pd.

Musyawarah besar ini menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan Sulawesi Tenggara yang berkeadilan dan berkelanjutan. (**)

Reporter: Malika

Komentar