Harianpublik.id,Kendari – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari mengerahkan tim rescue untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap sebuah kapal yang mengalami mati mesin di sekitar perairan Desa Kokapi, Kabupaten Konawe Utara, pada Jumat (10/7/2026) malam. Kapal tersebut diketahui mengangkut tiga orang (POB 3) yang terombang-ambing di tengah laut.
Informasi kejadian diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 21.45 Wita dari Ilham, anggota Polsek Lalonggasumeeto. Dalam laporannya disebutkan bahwa satu unit kapal mengalami gangguan mesin saat berlayar di sekitar perairan Desa Kokapi sehingga membutuhkan bantuan evakuasi.
Merespons laporan tersebut, pada pukul 22.00 Wita, Tim Rescue KPP Kendari langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).
Jarak lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP) dari Dermaga Basarnas Kendari diperkirakan sekitar 25 mil laut (NM).
Berdasarkan informasi sementara, kapal tersebut berangkat dari Boenaga pada siang hari dengan tujuan Batugong. Namun, di tengah perjalanan mesin kapal tiba-tiba mengalami kerusakan hingga tidak dapat melanjutkan pelayaran saat berada di sekitar perairan Desa Kokapi.
Operasi SAR melibatkan unsur SMC dan staf SMC KPP Kendari, Rescuer KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, serta ABK KN SAR Pacitan.
Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya Rescue Car, RIB, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 12,5 kilometer per jam bertiup dari arah timur laut. Sementara tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter, berdasarkan data BMKG.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas ketiga penumpang kapal masih dalam pendataan. Tim SAR masih bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan dan memastikan seluruh korban dalam kondisi selamat.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menyatakan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah tim tiba di lokasi dan melakukan penanganan di lapangan. (**)







Komentar