Harianpublik.id,Kendari – Kasus kebakaran di Kota Kendari selama tahun 2022 mengalami penurunan. Berdasarkan data Dinas Kebakaran, sebanyak 82 kasus kebakaran terjadi sepanjang 2022, sedangkan 2021 ada sebanyak 100 kasus kebakaran.
Hal itu seperti diungkapkan Kepala Dinas Kebakaran Kota Kendari, Drs Abdul Rifai kepada sejumlah awak media di Kantor Damkar Kota Kendari.
“Kasus tahun lalu menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya lebih 100. Ini (2022) hanya 82 kasus. Meski begitu, kita tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tanggap kebakaran,” ujarnya.
Kata dia, penurunan kasus ini tak terlepas dari keterlibatan masyarakat agar selalu berkoordinasi dengan Damkar jika terjadi kasus kebakaran.
“Kita libatkan masyarakat. Ada tenaga-tenaga relawan di masing-masing kelurahan, jadi komunikasi cepat. Kita juga ada penyuluhan tahun ini di masing masing kelurahan. Kita beri pemahaman bagaimana kecepatan mengatasi api yang masih kecil,” terang mantan Kadis Pariwisata itu.
Lebih lajut, Rifai menyebut, kebanyakan laporan yang masuk ke Dinas Kebakaran terkait konsleting listrik.
“Ini yang saya mau bicarakan dengan PLN, perlu ada kunjungan ke rumah-rumah. Banyak kejadian konsleting karena masalah kabel. Himbuan saya lebih waspada,” tutupnya. (**)










Komentar