Harianpublik.id,Konawe Kepulauan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) terus berupaya mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. Dibawah kepemimpinannya, H. Amrullah, Pulau Wawonii itu terus menyesuaikan berbagai tuntutan perkembangan digital di daerah otoritanya itu. Misalnya, mulai dari penggunaan aplikasi daerah seperti i-Wawonii, perpustakaan digital hingga penerapan transaksi keuangan daerah secara nontunai.
Upaya memperluas digitalisasi daerah tersebut, Pemkab Konkep lewat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TPDD) Kabupaten Konkep bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting dan sosialisasi pembayaran secara online melalui kanal bayar QRIS di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Konkep, Selasa (28/3/2023).
Hal itu juga diwujudkan dengan keanggotaan BI dalam Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD), sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021. Dukungan Bank Indonesia terhadap digitalisasi daerah adalah melalui penciptaan ekosistem sistem pembayaran yang dapat mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Konkep Amrullah menuturkan bahwa high level meeting merupakan wujud komitmen Pemda Konkep bersama pihak perbankan untuk mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah di daerah otoritanya itu. Selain itu juga dapat memperkuat rencana program kegiatan TP2DD.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan peta jalan (Road Map) yang disusun oleh Tim Teknis TP2DD, sebagai rekomendasi kebijakan serta koordinasi dan evaluasi terkait pelaksanaan program kerja elektronifikasi transaksi keuangan daerah di Kabupaten Konawe Kepulauan,” ucapnya.
Bupati Konkep dua periode itu menyebutkan bahwa di era pandemi ini program digitalisasi menjadi solusi karena merupakan pembayaran secara non tunai.
“Saya menginginkan adanya kerja keras dan kerja nyata dalam mewujudkan transparansi dan good government,” tegas dia lebih lanjut.
Untuk itu, Amrullah berharap perluasan digitalisasi di Pulau Wawonii bisa memberikan kemudahan dalam melakukan pembangunan daerah, terutamayang berkaitan dengan elektronifikasi dalam transaskis keuangan.
“Semoga pertemuan High Level Meeting ini dapat membawa pembangunan yang signifikan, mengurangi kebocoran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” harap Amrullah.
Namun demikian sambung orang nomor satu di Pulau Wawonii itu, tidak terlepas bagaimana upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam merespon bergesernya pola masyarakat yang saat ini cenderung memanfaatkan aplikasi digital. Kedepannya, melalui tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah serta dukungan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Perbankan RKUD dalam hal ini Bank Sultra Cabang Wawonii.
“Kami harapkan apa yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik, juga diharapkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, sehingga lebih mengoptimalkan pendapatan asli daerah,” cetus Bupati.
Terkait perkembangan pelaksanaan transaksi non tunai di Kabupaten Konawe Kepulauan, Amrullah menyebut, aktifitas keuangan Pemda Konkep sudah mencapai lebih kurang 80 persen non tunai. Antara lain adalah pebayaran gaji, TPP, serta pencairan keuangan menggunakan aplikasi satker pada Bank Sultra.
“Demikian juga pajak hotel dan rumah makan pengawasannya sudah menggunakan alat tapping box perekam pajak online, namun belum efektif tapi pelan-pelan terus akan kami benahi,” katanya.
Pemda Konkep juga telah menandatangani MOU dengan PT. Pembayaran Lintas Usaha Sukses tentang Digitalisasi Layanan System Pembayaran Menggunakan Kanal QRIS dan Kanal Pembayaran Lainnya. Kedepannya secara teknis akan diupayakan untuk perluasan digitalisasi pembayaran di wilayah Konkep, baik dalam lingkup pemerintahan maupun dalam setiap transaksi masyarakat.
Kata Amrullah, pelabuhan rakyat, daerah wisata, pasar-pasar akan menjadi prioritas dalam elektronifikasi pembayaran terkait retribusi maupun pajaknya melalui QRIS dan pembayaran PBB-P2 sudah bisa menggunakan system host to host, ATM, m-banking, Indomaret ataupun aplikasi Tokopedia.
“Namun demi menunjang program kegiatan ini, maka jaringan internet di wilayah masih sangat perlu ditingkatkan mengingat masih banyak blank spot yang ada di beberapa wilayah Kabupaten Konawe kepulauan. Sehingga diharapkan kerjasama Diskominfo untuk menyediakan BTS di titik-titik tersebut melalui salah satu programnya yaitu Bakti Aksi Kominfo,” terangnya.
Amrullah bilang, transaksi non tunai ini memberikan manfaat/keuntungan terutama dalam upaya perbaikan E-Goverment yang hanya bisa dilakukan apabila system pembayaran dilakukan dengan non-tunai atau berbentuk elektronik.
“Seluruh pimpinan OPD, para camat, lurah kami menghimbau untuk segera melakukan penyesuaian kebijakan pengelolaan keuangan dalam mendorong peningkatan pendapatan daerah yang terintegrasi secara elektronik. Sehingga nantinya mempu mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintahan Daerah (ETPD) dengan meningkatkan persentase transaksi nontunai,” pungkas Amrullah. (**)













Komentar