Harianpublik.id,Konawe Kepulauan – Kelangkaan Pertalite mulai dikeluhkan warga di Kecamatan Wawonii Timur Laut, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Di tengah sulitnya mendapatkan bahan bakar, harga Pertalite yang dijual secara eceran bahkan melonjak hingga Rp30 ribu per liter, jauh di atas harga normal.
Kondisi tersebut membuat warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan. Kelangkaan ini juga dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama mobilitas dan distribusi kebutuhan sehari-hari di wilayah kepulauan.
Informasi mengenai mahalnya harga BBM tersebut disampaikan warga Wawonii Timur Laut, Sisil Najwayati, melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahannya, Sisil menyebut harga Pertalite di wilayah tersebut telah mencapai Rp30 ribu per liter.
“Wawonii Timur Laut ada yang 30/liter,” tulis Sisil dalam unggahannya.
Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan BBM dengan harga normal. Sejumlah pengendara terpaksa membeli Pertalite dari pengecer meski harus membayar jauh lebih mahal demi memenuhi kebutuhan transportasi dan aktivitas sehari-hari.
Kelangkaan BBM juga berpotensi menekan aktivitas ekonomi masyarakat. Nelayan, petani, pengemudi, serta pelaku usaha kecil yang bergantung pada BBM harus menghadapi biaya operasional lebih tinggi ketika pasokan sulit diperoleh.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan bersama PT Pertamina segera memastikan penyebab kelangkaan dan mengambil langkah untuk memulihkan distribusi Pertalite di Wawonii Timur Laut.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, pengawasan di tingkat pengecer dinilai penting untuk mencegah penimbunan maupun penjualan BBM bersubsidi dengan harga yang tidak wajar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak Pertamina mengenai penyebab kelangkaan Pertalite di Wawonii Timur Laut, termasuk kondisi pasokan dan distribusi BBM di wilayah tersebut. (**)
Penulis: Ishak













Komentar