Harianpublik.id,Bombana – Persaingan menuju kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana kian memanas. Empat kandidat terbaik kini tengah unjuk kemampuan dalam tahapan asesmen seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang digelar di Hotel Qubah 9, pada Selasa (14/4/2026).
Tahapan ini menjadi momen krusial yang akan menentukan siapa sosok paling layak menduduki posisi strategis sebagai “jenderal” Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah penghasil emas tersebut. Berbagai uji kompetensi disiapkan untuk mengupas tuntas kapasitas para peserta, mulai dari aspek manajerial, teknis, hingga kepemimpinan.
Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif, profesional, dan transparan. Kepala BKPSDM Bombana, Abdul Muslikh, menegaskan bahwa asesmen ini dirancang untuk menjaring figur terbaik.
“Proses seleksi ini dilakukan secara profesional dan transparan untuk mendapatkan Sekda yang benar-benar kompeten dan berintegritas,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menghadapi serangkaian tahapan ketat. Hari pertama diisi dengan simulasi analisis kasus yang menguji ketajaman berpikir dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan. Dilanjutkan dengan simulasi in-tray untuk mengukur kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan administratif.
Tak kalah menantang, peserta juga mengikuti leaderless group discussion (LGD), di mana kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepemimpinan diuji tanpa adanya struktur formal. Hari pertama ditutup dengan wawancara berbasis kompetensi untuk menggali lebih dalam pengalaman, integritas, dan kesiapan masing-masing kandidat.
Memasuki hari kedua, para peserta menjalani psikotes guna mengukur aspek kepribadian, kecerdasan, dan stabilitas emosi. Seluruh rangkaian asesmen kemudian ditutup dengan monitoring dan evaluasi.
Empat kandidat yang bersaing dalam seleksi ini merupakan pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bombana, yakni Drs. Hasdin Ratta, M.Si, Darwin, SE, Sadli Sirajuddin, S.Kom., M.A.P, dan Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K. Keempatnya sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan rekam jejak.
Muslikh berharap, proses ini mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan visi kuat dalam mendorong pembangunan daerah.
“Sekda yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi motor penggerak birokrasi, menjaga stabilitas kebijakan, serta menjembatani komunikasi antara kepala daerah dan seluruh OPD,” tambahnya.
Sebagai posisi strategis, Sekda memiliki peran sentral dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan dan memastikan sinkronisasi kebijakan di semua lini. Karena itu, seleksi ketat ini menjadi bagian dari komitmen reformasi birokrasi untuk menghadirkan ASN yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan.
Kini, publik menanti siapa sosok yang akan keluar sebagai pemenang dari persaingan ketat ini dan memimpin birokrasi Bombana ke arah yang lebih maju. (**)
Reporter: Ismi Azizah







Komentar