Aktivis Rojik Arifin Sebut Haliana Dalang Dari Ditolaknya APBD- P Wakatobi Tahun 2022 dan 2023

HarianPublik.id,Wakatobi – Aktivis Rojik Arifin angkat suara terkait polemik saling menyalahkan antara Pemerintah daerah (Pemda) Wakatobi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wakatobi terkait penolakan APBD-Perubahan tahun 2022 dan 2023.

Roziq Arifin yang merupakan salah satu aktivis tim garis keras yang memperjuangkan Haliana menjadi Bupati Wakatobi pada 2020 lalu. Dia menyebut bahwa ada dalang dibalik penolakan APBD-P tersebut.

Roziq Arifin dalam rilisnya, menyampaikan terkait polemik penolakan APBD-P tahun 2022 dan 2023 tersebut bagian dari upaya dari Bupati Haliana.

Dia membeberkan bahwa dirinya diperintahkan oleh Bupati Haliana untuk memimpin aksi demonstrasi di gedung DPRD Wakatobi dengan menggiring masyarakat di bawah arahan Haliana.

“Saya orang yang disuruh Bupati Haliana untuk memobilisasi massa dan berdemo di gedung DPRD Wakatobi. Massa yang terlibat mayoritas adalah para tukang sapu yang dikoordinasi oleh Pemda Wakatobi di bawah arahan langsung Bupati Haliana. Semua kebutuhan dibiayai bupati,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, Rojik mengatakan, terkait tuduhan DPRD menolak APBD-P tersebut merupakan informasi yang tidak benar namun dalang dari penolakan itu disebabkan oleh Bupati Haliana sendiri.

“Setelah APBD-Perubahan gagal disetujui, Bupati Haliana kemudian langsung meminta penetapan dari Kementerian Dalam Negeri. Banyak hak anggota DPRD dan aspirasi masyarakat yang tidak terlaksana,” bebernya.

Lebih jauhnya, setelah ia menyadari lebih dalam mereka hanyalah korban dari tipu muslihat Bupati Haliana yang hanya diperalat untuk menghancurkan kepentingan masyarakat saat aksi demonstrasi kala itu.

Sebagai pembanding, Roziq menunjukkan bahwa APBD-Perubahan tahun 2024 berhasil disetujui oleh DPRD Wakatobi tanpa ada keributan, karena dokumen penyusunannya sudah baik. Persetujuan itu terjadi di bawah kepemimpinan Ilmiati Daud sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Wakatobi. “Tidak ada lagi demo atau kerusuhan di gedung DPRD seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi WhatsApp pribadinya Bupati Wakatobi Haliana belum memberikan tanggapan terkait adanya tuduhan tersebut hingga berita ini diterbitkan. (**)

Penulis: Nur Akbar

Komentar