Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan, Bupati Konkep Tekankan Hal Ini

HarianPublik.id,Konawe Kepulauan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) menggelar Rapat Koordinasi Penanggulan Kemiskinan Daerah yang dibuka secara langsung oleh Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak, ST., pada Senin (7/7/2025).

Kegiatan tersebut, turut dihadiri Kepala Bappeda, para asisten, Kaban dan Kepala OPD serta Capat di 7 Kecamatan se Kabupaten Konkep.

Agenda itu berdasarkan Instruksi Presiden nomor 8 tahun 2025 tentang Optimasisi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim. Amanat ini sudah ditindaklanjuti Bupati Konkep melalui Keputusan Bupati Konkep nomor 112 tahun 2025, tentang pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten (Konkep).

Dalam sambutannya, Bupati Konkep menyampaikan, sesuai data BPS menunjukan bahwa Konkep cukup konsisten dan berhasil dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrim.

“Namun sesuai data menunjukan angka kemiskinan kita masih diatas rata-rata nasional 8,67 persen dan provinsi Sultra 12,21 persen, begitupula angka kemiskinan ekstrim masih sebesar 1,53 persen,” ungkapnya.

Dalam upaya penanggulangan kemiskinan, lanjut Rifqi Saifullah mengatakan, paradigma penanggulangan kemiskinan harus bergeser kearah mengentaskan kemiskinan. Hal ini memberi arti bahwa penyelesaian permasalahan kemiskinan tidak hanya mengurangi beban biaya hidup yang cenderung menciptakan ketergantungan, akan tetapi perlu diberikan kemandirian dan keberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Konkep itu menekankan bahwa dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Konkep perlu dilakukan manajemen tata kelola by nama by address, perumusan program yang konvergensi dan terintegrasi serta terukur, meningkatkan keterampilan dan penguasaan teknologi melalui pelatihan tenaga kerja berbasis kebutuhan.

Selain itu, ia menambahkan, perlu dilakukan untuk mendorong pembukaan lapangan kerja secara optimal, pemberian bantuan beasiswa dengan prioritas mahasiswa dan peserta pendidikan hafidz Qur’an yang berasal dari keluarga tidak mampu, serta melakukan bekerja yang sifatnya padat karya.

“Di Pulau Wawonii ini kaya akan hasil pertanian dan hasil lautnya, tetapi petani dan nelayan kita menjerit akan harga yang dimainkan oleh para tengkulak. Saya meminta kepada seluruh OPD terutama Dinas Perindagkop agar mencari pasar supaya harga tani dan nelayan kita bisa terjual lebih maksimal,” tegasnya.

Rifqi Saifullah berharap, semua OPD bisa saling berkoordinasi dan saling bahu-membahu untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan dalam mewujudkan visi misi pemerintah daerah yakni Menuju Wawonii Emas (Ekonomi Maju, Adil Sejahtera) berkelanjutan tahun 2030. (**)

Penulis: Rahmad

Komentar