Harianpublik.id,Bombana – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan Desa se-Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2026 di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bombana ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus mendorong kemandirian ekonomi menuju Desa Bahagia Berbasis Agrominapolitan.
Rakor dihadiri Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., unsur Forkopimda, narasumber dari Kementerian Desa dan PDT RI, Lawang Sewu IT, iDRAP Sulawesi Tenggara, pimpinan instansi vertikal, perwakilan perbankan, kepala OPD, camat, kepala desa, ketua BPD, direktur BUMDes, Direktur Perusda Wonua Bombana, perwakilan PT. Anugerah Harisma Barokah (AHB) Site Kabaena, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa Rakor Pemerintahan Desa bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan desa dengan visi Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan.
“Desa harus mampu bertransformasi menjadi kawasan agrominapolitan yang mandiri dan berdaya saing. Potensi pertanian, perikanan, dan sumber daya lokal harus dikelola secara optimal melalui tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel agar benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa terwujudnya Desa Bahagia harus ditopang oleh dua pilar utama, yakni tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel serta kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal secara maksimal.
Bupati juga mengingatkan seluruh kepala desa agar tidak ragu melaksanakan program yang telah tertuang dalam APBDes selama tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, kehadiran Inspektorat dan Polres Bombana dalam Rakor merupakan bentuk pendampingan preventif agar pemerintah desa dapat bekerja dengan tenang dan terhindar dari kesalahan administrasi maupun penyimpangan.
Selain itu, Bupati mendorong transformasi BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui konsep One Village One Product (OVOP), sehingga setiap desa mampu memiliki produk unggulan yang bernilai tambah dan berdaya saing di pasar.
Tak hanya itu, percepatan digitalisasi desa juga menjadi perhatian serius. Melalui kolaborasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bombana bersama Lawang Sewu IT, pemerintah desa didorong mulai menerapkan sistem administrasi desa dan pelaporan BUMDes berbasis digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Di penghujung arahannya, Bupati mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan desa.
“Saya optimistis, dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, desa-desa di Kabupaten Bombana akan semakin maju, mandiri, dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Bombana yang berdaya saing berbasis agrominapolitan,” tutupnya. (**)
Penulis: Ismi Azizah













Komentar