Harianpublik.id,Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana terus mempercepat pengembangan sektor perkebunan melalui program budidaya tebu. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Percepatan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) Pengembangan Tebu Kabupaten Bombana yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., di Aula Measa Laro, Kantor Bupati Bombana, pada Selasa (14/7/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, para asisten, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bappeda, camat, lurah, kepala desa, pimpinan instansi vertikal, perwakilan PT Jhonlin Group, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Burhanuddin meminta seluruh peserta rapat bersinergi menyukseskan penyusunan CPCL pengembangan tebu seluas 1.000 hektare sebagai tahap awal. Menurutnya, program tersebut merupakan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya berharap seluruh pihak dapat mendukung penyusunan CPCL ini. Apabila masih terdapat lahan yang memenuhi persyaratan, agar dapat diusulkan sehingga target 1.000 hektare dapat tercapai, bahkan jika memungkinkan bisa melebihi target tersebut,” ujar Burhanuddin.
Bupati menjelaskan, Kabupaten Bombana memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan komoditas tebu. Namun, pemanfaatannya harus tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dengan mengutamakan lahan di luar kawasan hutan atau Areal Penggunaan Lain (APL).
Berdasarkan pemaparan dalam rapat, pengembangan tebu tahap awal akan difokuskan di empat lokasi, yakni Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara seluas 150 hektare, Desa Totole, Kecamatan Matausu seluas 650 hektare, Desa Kolombi, Kecamatan Matausu seluas 100 hektare, dan Desa Karya Baru, Kecamatan Poleang Utara seluas 100 hektare.
Selain melakukan pendataan calon petani dan calon lokasi, Pemerintah Kabupaten Bombana juga akan melaksanakan sosialisasi guna memastikan kesiapan masyarakat dalam mendukung program tersebut.
Rapat koordinasi itu turut menghasilkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Bombana dan PT Jhonlin Group untuk membangun kemitraan dalam pengembangan tebu. Kerja sama tersebut akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) mengenai penyerapan hasil panen petani, sekaligus memberikan pendampingan teknis mulai dari proses budidaya hingga masa panen.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat, program pengembangan tebu di Bombana juga akan mendapat fasilitasi dari Kementerian Pertanian, berupa bantuan bibit sebanyak 60.000 mata tebu per hektare, bantuan biaya pengolahan lahan sebesar Rp4 juta per hektare, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap pengembangan tebu dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bombana. (**)
Penulis: Ismi Azizah













Komentar