Di Balik Aksi Warga Wawonii, Seorang Bocah Menyaksikan Sejarah Perjuangan Adat

Harianpublik.id,Konawe Kepulauan –  Di tengah riuhnya orasi massa yang menyuarakan tuntutan atas dugaan pelanggaran adat istiadat masyarakat Wawonii perhatian justru tertuju pada seorang anak yang berdiri tenang menatap para demonstran. Ia tak berteriak menyuarakan tuntutan, tak pula membawa atribut aksi. Dengan tatapan polos, ia menyaksikan bagaimana masyarakat Wawonii memperjuangkan nilai-nilai adat yang mereka yakini sebagai bagian dari identitas dan kehormatan leluhur.

Berdasarkan pantauan media ini, ia hanya memandang jalannya demonstrasi dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Pemandangan itu hadir di sela-sela aksi yang digelar Konsorsium Masyarakat Wawonii Bersatu di Langara, pada Senin (20/7/2026).

Sementara para peserta aksi menyampaikan aspirasi agar pemerintah daerah, lembaga adat, dan aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan pelanggaran adat, anak itu menjadi potret lain dari sebuah demonstrasi, ada generasi yang menyaksikan bagaimana masyarakat memperjuangkan nilai yang mereka yakini.

Bagi para demonstran, persoalan yang mereka suarakan bukan sekadar sengketa atau perbedaan pendapat. Mereka menilai dugaan pelanggaran adat menyangkut identitas, harkat, dan martabat masyarakat Wawonii. Karena itu, aksi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi agar persoalan tersebut memperoleh perhatian dan penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku diwilayah adat Wawonii.

Di tengah orasi, keberadaan anak itu mengingatkan bahwa setiap demonstrasi bukan hanya tentang tuntutan hari ini.

Ia juga menjadi ruang yang kelak akan membentuk ingatan generasi berikutnya tentang bagaimana masyarakat memilih menyuarakan aspirasi, mempertahankan nilai-nilai yang diyakini, dan menjaga adat yang mereka anggap sebagai bagian dari jati diri Wawonii. (**)

Laporan: Redaksi

Komentar