Harianpublik.id,Bombana – Di tengah capaian positif sejumlah indikator pembangunan, Pemerintah Kabupaten Bombana menyoroti perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai tantangan utama pada tahun anggaran 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bombana Burhanuddin dalam Rapat Paripurna DPRD, pada Senin (30/3/2026).
Dalam pemaparannya, Bupati mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Bombana mengalami penurunan dari 5,04 persen pada 2024 menjadi 4,34 persen pada 2025. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih di tengah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi memang mengalami perlambatan. Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama ke depan,” ujarnya di hadapan sidang paripurna.
Meski demikian, perlambatan ekonomi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pembangunan secara keseluruhan. Beberapa indikator lain justru menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 68,85 menjadi 69,54, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan dari 10,54 persen menjadi 10,14 persen.
Namun, Bupati juga mengakui bahwa dampak perlambatan ekonomi turut berimbas pada meningkatnya tingkat pengangguran terbuka. Hal ini menunjukkan perlunya langkah strategis yang lebih terarah dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi dan merumuskan kebijakan yang lebih adaptif, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan. Fokus akan diarahkan pada penguatan sektor unggulan daerah serta peningkatan investasi.
“Ini menjadi bahan evaluasi kita bersama, bagaimana ke depan pertumbuhan ekonomi bisa kembali meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Zalman tersebut menjadi momentum penting dalam mengulas kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Bombana berharap, melalui sinergi antara eksekutif dan legislatif, berbagai tantangan tersebut dapat diatasi, sehingga pembangunan ke depan tidak hanya mencatat angka pertumbuhan, tetapi juga mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (**)
Reporter: Ismi Azizah







Komentar