Harianpublik.id,Kolaka – Upaya membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat kembali diperkuat melalui peresmian jembatan perintis oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam kunjungan kerjanya di wilayah Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peresmian ini menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di daerah yang masih mengalami keterbatasan akses transportasi.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri meresmikan sejumlah jembatan perintis, termasuk dua jembatan utama bertajuk “Dhira Brata” yang berlokasi di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka dan Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kendala mobilitas antarwilayah.
“Pembangunan ini merupakan wujud kehadiran negara melalui Polri untuk memastikan akses masyarakat tidak lagi terhambat,” ujar Wakapolri.
Jembatan “Dhira Brata 1” di Desa Sabilambo dibangun dengan konstruksi gantung asimetris sepanjang 30 meter dan lebar 1,2 meter, yang mampu menahan beban hingga 1,5 ton dan diperuntukkan bagi pejalan kaki, sepeda, serta sepeda motor.
Sementara itu, “Dhira Brata 2” di Desa Silui memiliki panjang 30 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi sekitar 3 meter dari permukaan air. Jembatan ini menghubungkan Desa Silui dengan Desa Konawendepiha serta sejumlah desa lainnya, sehingga membuka akses bagi ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut.
Pembangunan jembatan perintis ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat dengan semangat gotong royong, serta didukung oleh tenaga ahli konstruksi guna memastikan keamanan dan ketahanan infrastruktur.
Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, program ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan terbukanya akses transportasi, distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta aktivitas sosial masyarakat menjadi lebih lancar.
Selain dua jembatan utama, pembangunan dan perbaikan jembatan juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Sulawesi Tenggara, termasuk di Kabupaten Bombana, tepatnya di Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang Utara.
Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seperti ini harus mampu menjawab tantangan geografis Indonesia yang beragam dan rawan bencana.
“Indonesia memiliki kondisi geografis yang kompleks, sehingga pembangunan infrastruktur harus adaptif dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Peresmian jembatan perintis ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang merata. Dengan akses yang semakin terbuka, diharapkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok juga ikut meningkat. (**)
Reporter: Ismi Azizah













Komentar