Harianpublik,Bombana – Seorang nelayan asal Kelurahan Lambale, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, dilaporkan hilang setelah pergi memancing di perairan sekitar Lambale, Sabtu (22/8/2026) dini hari.
Nelayan tersebut diketahui bernama La Parinta (61). Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WITA menggunakan perahu jenis bodi batang untuk menangkap ikan dengan cara memancing.
Namun, hingga saat ini La Parinta belum kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga semakin bertambah setelah perahu yang digunakannya ditemukan warga dalam kondisi terombang-ambing di sekitar pesisir Pantai Pelabuhan Dongkala.
Perahu tersebut kemudian diamankan oleh warga. Sementara itu, keluarga bersama masyarakat melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang diperkirakan biasa digunakan La Parinta untuk memancing.
Kapolsek Kabaena Timur IPTU Arifin Adika P., S.Kom., M.M., mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait hilangnya La Parinta dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, keluarga serta masyarakat untuk melakukan pencarian.
“Setelah menerima informasi, personel kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat, keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencarian. Kami masih berupaya menyisir lokasi yang diperkirakan menjadi tempat korban memancing,” ujar IPTU Arifin.
Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi wilayah perairan dan titik-titik yang biasa digunakan korban untuk mencari ikan. Hingga saat ini, korban belum berhasil ditemukan.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau menemukan informasi mengenai keberadaan La Parinta agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian maupun keluarga.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan yang bersangkutan,” tambahnya.
Pihak kepolisian bersama keluarga dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap La Parinta di sekitar perairan Lambale dan wilayah pesisir yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir korban beraktivitas. (**)
Penulis: Ismi Azizah







Komentar