Rasmin Jaya Soroti Adanya Dugaan Politisasi Beasiswa Pendidikan di Sultra

HarianPublik.id,Kendari – Program beasiswa pendidikan di Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai sebagai peluang penting bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama bagi mereka yang terkendala faktor ekonomi. Namun demikian, program tersebut harus dikelola secara lebih transparan dan tepat sasaran.

Koordinator Badan Oposisi Mahasiswa (BOM), Rasmin Jaya, menegaskan bahwa distribusi beasiswa tidak boleh didominasi oleh kelompok tertentu ataupun dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pihak-pihak yang dekat dengan pusat kekuasaan.

“Kita harus berpikir adil sejak dalam pikiran, terlebih lagi dalam tindakan. Terutama bagi mereka yang memegang otoritas dan wewenang dari rakyat,” tegasnya.

Ia menilai pendidikan merupakan aset penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, ia berharap APBD Provinsi Sulawesi Tenggara dapat mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk beasiswa dan membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa.

‎“Amanat UUD 1945 adalah, mencerdaskan kehidupan bangsa maka itu harus menjadi pijakan para pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan untuk melihat kebutuhan dasar di setiap jenjang pendidikan khususnya di Perguruan Tinggi Negri,” ujarnya.

Rasmin menyoroti keluhan mahasiswa terkait tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi orang tua mahasiswa, yang banyak di antaranya berasal dari kalangan petani, nelayan, dan profesi pekerja informal lainnya.

Menurutnya, penetapan UKT sering kali tidak berdasarkan survei mendalam yang menggambarkan kemampuan ekonomi mahasiswa. Ia menilai harus ada penyesuaian terhadap kondisi saat ini, terutama dengan situasi ekonomi yang melemah dan berdampak pada penghasilan keluarga.

‎“Nominal yang ditetapkan secara asal-asalan harus ada evaluasi. Kita berharap agar pemerintah dan perguruan tinggi bisa lebih mencari solusi, misalnya memperbanyak kuota beasiswa untuk mahasiswa, agar semua bisa mengakses pendidikan secara setara dan berkeadilan,” bebernya.

Ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kebijakan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di Sultra agar mampu bersaing secara regional maupun nasional.

“Kepada pemangku kebijakan, kita berharap kualitas pendidikan di Bumi Anoa dapat menjadi perhatian utama dan membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk menambah porsi anggaran beasiswa serta mendesak legislatif agar aktif melakukan pengawasan. Rasmin mengingatkan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan anggaran pendidikan untuk kepentingan pribadi.

“Jangan sampai ada oknum legislatif yang mengkapitalisasi anggaran pendidikan untuk kepentingan sepihak. Kami berharap semua pihak menjalankan amanah dan tanggung jawab sesuai porsinya,” tambahnya.

Rasmin juga menambahkan bahwa banyaknya program beasiswa merupakan peluang besar bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan, terutama bagi mereka yang memiliki potensi dan prestasi di berbagai bidang.

“Generasi muda jangan melewatkan kesempatan ini. Jika SDM maju, maka akan menjadi penopang berkembangnya pembangunan dan perekonomian daerah,” tutupnya.

Di akhir pernyataan, Rasmin menekankan pentingnya arah pembangunan pendidikan di Sultra agar tetap konsisten dengan visi dan misi yang disampaikan dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara 2024. (**)

Reporter: Malika

Komentar