Harianpublik.id,Konawe Kepulauan – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipastikan akan digelar 27 November 2024 mendatang. Menjelang pesta demokrasi lima tahunan itu, suhu politik diberbagai daerah di tanah air kian memamas dan menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah Kabupaten Konawe Kepuluan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pasalnya, estafet kepemimpinan Amrullah bakal berahir pada 2024 mendatang. Sebanyak delapan putra daerah Wawonii digadang – gadang bakal maju pada pertarungan Pilkada 2024 berebut kursi nomor satu di Konawe Kepulauan.
Namun hingga saat ini, para figur tersebut belum bisa dipastikan bertarung, para calon kandidat bupati masih menunggu hasil perolehan kursi dari pemilihan legislatif terlebih dahulu.
Media ini telah merangkum delapan nama figur yang mencuat ke publik, yang bakal maju Pilkada Konkep 2024. Misalnya, bakal calon independen pendatang baru M. Yakub Toarima dengan mengusung tagar ‘Wawonii Cepat’. Namun saat ini Yakub Toarima diketahui belum memiliki kendaraan partai politik. Figur lain ada nama Andi Muhamad Lutfi yang masih menjabat sebagai Wakil Bupati Konawe Kepulauan selama dua periode mendampingi Bupati Amrullah dari Partai Gerindra.
Kemudian ada juga nama Muhamad Yacub Rahman dan Abdul Rahman. Keduanya masih menjabat sebagai anggota DPRD Konkep. Keduanya juga merupakan tokoh politisi Wawonii Tengah.
Lalu yang kelima, ada Wakil Ketua DPRD Konkep, Imanudin. Ia juga gencar di publik bakal maju Pilkada 2024 dengan slogan ‘Sahabat Beriman’. Selanjutnya, ada nama Abdul Halim. Sosoknya juga sempat disebut-sebut bakal maju, dimana sebelumnya pernah bertarung sebagai calon independen.
Selain itu, ada Ketua DPC DPD II Partai Golkar Konkep, Muhammad Farid dan yang terakhir Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Rifqi Saifullah Razak anak Bupati Konawe Kepulauan. Namun sinyal majunya sang putra Bupati ini belum terlalu mencuat ke publik.
Kedelapan figur tersebut masih misteri apakah maju sebagai Calon Bupati atau maju sebagai Calon Wakil Bupati. Dari delapan nama ini bisa bertambah ataupun berkurang tergantung peta percaturan politik di Pulau Kelapa itu.
Pengamat Politik Sultra, Andi Awaluddin Maruf mengungkapkan bahwa untuk peta kekuatan partai politik belum terbaca dan masih menunggu hasil perolehan suara pada pemilihan calon anggota legislatif mendatang.
“Untuk peta kekuatan parpol belum terbaca. Menunggu hasil perolehan suara pada pemilihan calon anggota legislatif yang akan datang,” pungkasnya.
Sementara itu, menurut Najib Husein yang juga Pengamat Politik Sultra, mengatakan bahwa kondisi perpolitikan di Pulau Wawonii sangat menarik. Dia menyebut Konkep sebagai laboratorium politik Sultra dari 17 kabupaten kota.
“Sudah dua kali pilkada serentak di Sultra hanya Konkep yang memiliki tawaran calon yang cukup banyak. Itu membuktikan bahwa tidak ada potensi untuk menutup peluang bagi calon Bupati lainya,” ucap Najib Husain saat dikonfirmasi media ini.
Dia juga mengatakan, pertarungan Pilkada Konkep 2020 sebelumnya bakal terulang kembali pada Pilkada 2024 mendatang.
‘’Potensi pertarungan Pilkada 2024 secara head to head di Konawe kepulauan itu sangat kecil,” tukasnya. (Red)










Komentar