HarianPublik.id,Kendari – Dalam rangka memajukan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng sejumlah pihak terkait, melakukan Rapat Kerja TPKAD se Sultra di Kota Kendari, pada Senin (16/12/2024).
Sekda Sultra, Asrun Lio saat membuka acara tersebut, menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi atas pertemuan itu.
“Partisipasi aktif kita semua, merupakan wujud nyata komitmen dan dedikasi dalam memajukan BUMDes di Sultra. Kita semua berharap melalui rapat ini, BUMDes dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka menunjang program kerja TPAKD kabupaten kota di Sultra,” ungkapnya.
Sekda Sultra mengatakan, saat ini TPAKD telah terbentuk di 17 kabupaten kota se Sultra. Untuk itu, dibutuhkan kesepahaman program kerja di semua TPAKD. Salah satu program yang akan dijalankan adalah pembentukan warung ketahanan pangan di setiap BUMDes yang aktif.
Sekda Sultra mengungkapkan, di Bumi Anoa terdapat kurang lebih 1.909 desa dengan sekitar 1.500 BUMDes. Namun, belum semua memiliki badan hukum. Ke depan, warung ketahanan pangan akan menjadi penopang sarana pertanian yang ada di desa, dan akan terus dikembangkan menjadi BUMDes yang mandiri.
“Dengan demikian, TPAKD kabupaten kota dapat menjadi sarana inklusi dan edukasi keuangan di desa. Selain itu, langkah penting lainnya adalah memastikan akses bagi pengelola BUMDes dan seluruh lapisan masyarakat, untuk mendapatkan layanan keuangan, seperti tabungan, kredit, asuransi, dan investasi,” terang Sekda Sultra ini.
Menurutnya, melalui upaya tersebut nantinya, maka secara tidak langsung telah membuka peluang bagi semua orang, untuk turut serta dalam kegiatan ekonomi. (**)







Komentar