HarianPublik.id,Konawe Kepulauan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun ini mencapai Rp20,516 miliar. Hingga pertengahan tahun 2025, persentase PAD yang sudah terkumpul yakni 57,17 persen, dengan total nilai sebesar Rp11,73 miliar.
Capain pendapatan daerah ini menunjukkan progres signifikan dalam upaya penguatan kemandirian fiskal daerah. Hal ini mencerminkan keseriusan Pemkab Konkep dalam mengelola sumber daya lokal demi memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Konkep Mahmud mengatakan, capaian pendapatan tersebut cukup positif dan mungkin untuk terlampaui seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, hingga akhir Juni capaian PAD kita cukup menggembirakan. Melihat tren yang ada, kami optimis target akan terpenuhi, bahkan sangat mungkin bisa melampaui angka yang telah ditetapkan,” ucap Mahmud, saat ditemui di ruang kerjanya.
Dijelaskan Mahmud, sumber utama pendapatan terbesar tahun ini berasal dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, yakni mencapai Rp5,293 miliar. Disusul oleh pendapatan dari kategori lain-lain PAD yang sah sebesar Rp2,277 miliar. Dua sektor lainnya seperti pajak daerah dan retribusi daerah masing-masing menyumbang Rp2,203 miliar dan Rp1,956 miliar.
Kepala BKD Konkep menyebut bahwa struktur PAD Konkep tidak hanya bergantung pada satu sumber, melainkan mulai menunjukkan keragaman kontribusi dari berbagai sektor. Pemkab pun terus mendorong agar sektor-sektor tersebut berkembang menjadi motor utama pembangunan berkelanjutan.
“Kita ingin seluruh sektor berperan aktif. Pajak dan retribusi harus menjadi pendorong utama PAD, bukan hanya pelengkap,” ujarnya.
Menurut Mahmud, peran PAD sangat vital dalam penyusunan postur anggaran daerah. Jika pendapatan daerah tidak mencapai target, maka sejumlah program pembangunan terancam tidak dapat berjalan maksimal karena keterbatasan pembiayaan.
“PAD ini menjadi lokomotif pembangunan. Jika lokomotifnya melemah, otomatis gerbong program pembangunan juga ikut terganggu. Maka target PAD ini bukan sekadar formalitas, tetapi penentu arah kebijakan daerah,” terangnya.
Sebagai mantan Asisten III Setda Konkep Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Mahmud memahami secara mendalam pentingnya pengelolaan PAD yang efektif dan strategis, khususnya dalam menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk memastikan target dapat dicapai, BKD telah merumuskan berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi pajak yang selama ini belum tergarap maksimal,” katanya.
Dia menambahkan, sejak Juni 2025, sejumlah objek pajak baru mulai diberlakukan, antara lain retribusi parkir tepi jalan umum, retribusi sampah dari instansi pemerintah dan swasta, serta penguatan pungutan pajak dari sektor restoran dan pelayanan air bersih oleh PDAM.
“Objek-objek baru ini mulai menunjukkan hasil positif. Bahkan beberapa di antaranya sudah melampaui rata-rata capaian. Ini jadi bahan bakar optimisme kita,” cetusnya.
Di sisi lain, penguatan administrasi juga menjadi fokus. Dimana, sambung Mahmud, BKD telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh OPD untuk lebih disiplin dalam menyetorkan pajak dan retribusi daerah. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan pajak pun terus digalakkan.
“Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana pendukung objek pajak dan retribusi juga akan ditingkatkan. BKD juga menjalin kemitraan strategis dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), merchant lokal, dan berbagai stakeholder lainnya untuk mendorong digitalisasi penerimaan daerah yang lebih transparan dan akuntabel,” terangnya.
Mahmud menegaskan bahwa seluruh instrumen dan dukungan telah disiapkan untuk menyongsong enam bulan tersisa di tahun anggaran 2025. Bagi Pemkab Konkep, keberhasilan dalam mencapai target PAD bukan hanya soal kebanggaan capaian, tetapi juga wujud komitmen dalam menjaga ritme pembangunan yang berkelanjutan dan merata.
“Target bukan untuk ditakuti, tapi untuk dicapai. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan inovasi, kita bisa menutup tahun ini dengan hasil yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Konawe Kepulauan,” tandas Mahmud. (**)







Komentar