Mobil Dinas Dilarang Keluar, ASN Sultra Diminta Waspada Jelang Demo Besar

Harianpublik.id,Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah antisipasi menghadapi gelombang aksi demonstrasi besar yang diprediksi akan mengguncang Kota Kendari pada Senin (1/9/2025). Lewat Surat Edaran Nomor 800.1/8019 Tahun 2025, Pemprov secara tegas melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN menggunakan kendaraan dinas untuk sementara waktu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mencegah potensi kerusakan fasilitas negara, mengingat pengalaman di sejumlah daerah di mana massa aksi kerap merusak fasilitas umum maupun kendaraan roda empat yang terparkir di sekitar lokasi demonstrasi.

“Seluruh ASN dan Non ASN kami imbau untuk menjaga profesionalisme, tidak terpancing provokasi, dan tetap menjalankan tugas dengan sikap santun serta penuh empati terhadap masyarakat,” ujar Asrun Lio dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/8/2025).

Selain larangan mobil dinas, edaran itu juga mengatur pola kerja fleksibel. ASN yang bertugas memberikan pelayanan publik tetap bekerja dari kantor (Work From Office/WFO), sementara pegawai lain yang memungkinkan diperbolehkan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH). Apel pagi gabungan di Kantor Gubernur Sultra pun untuk sementara ditiadakan.

Langkah Pemprov ini sejalan dengan langkah Dinas Pendidikan Kendari yang lebih dulu meliburkan seluruh siswa TK,SMP hingga SMA se-Kota Kendari, dan mengarahkan mereka belajar mandiri dari rumah. Dua kebijakan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah benar-benar bersiap menghadapi hari yang diprediksi penuh ketegangan.

Dengan ini, Pemprov Sultra berharap seluruh ASN dapat tetap menjalankan tugas dengan tenang tanpa harus khawatir akan risiko kerusakan kendaraan dinas atau terjebak dalam situasi aksi massa.

Diketahui, Demo besar di Kendari disebut akan mengangkat isu penolakan dugaan partisipasi DPR sebesar Rp50 juta per anggota. Aksi ini juga digerakkan sebagai solidaritas atas wafatnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta. (**)

Penulis: Ismi Azizah

Komentar