Harianpublik.id,Konawe Kepulauan – Dalam semangat menjaga keberlanjutan sumber daya laut, Kepala Desa Dongkalaea, Muh. Arif menunjukkan keteladanan luar biasa dengan turun langsung melakukan patroli pengawasan bersama Kelompok PAAP (Pengelolaan Akses Area Perikanan) Wawonii di wilayah perairan Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, pada Selasa (21/10/2025).
Kegiatan bertajuk “Pengawasan Berbasis Masyarakat” ini diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Konawe Kepulauan melalui pendamping PAAP, Aris Laria dan Hasrin, yang turut menggandeng Kelompok PAAP yang terdiri dari Ketua Umum PAAP, Koordinator Kecamatan, Divisi Pengawasan, serta perwakilan dari RARE Indonesia, Garda.
Sejak pukul 07.00 WITA, tim berangkat dari Desa Tepolawa menyusuri perairan Wawonii Utara. Dalam perjalanan, mereka menyapa para nelayan lokal yang tengah melaut, sembari melakukan dialog ringan, pendataan alat tangkap dan hasil tangkapan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penguatan komitmen bersama untuk menjaga ekosistem laut tetap lestari.
Di tengah aktivitas tersebut, Kepala Desa Dongkalaea, Muh. Arif, menyampaikan pesan penuh makna kepada para nelayan agar tidak lengah dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan.
“Saya berpesan dan mengajak kepada bapak-bapak (nelayan) untuk menjaga kelestarian perairan kita. Jika ada yang melakukan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti bom ikan atau bius, agar segera melaporkan kepada kami selaku pemerintah desa serta kepada Kelompok PAAP,” tutur Muh. Arif dengan tegas.
Sementara itu, Amal RF, selaku Ketua Umum PAAP Wawonii, menambahkan bahwa kegiatan pengawasan berbasis masyarakat merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat pesisir.
“Kami percaya bahwa kekuatan menjaga laut sesungguhnya ada di tangan masyarakat sendiri. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama agar laut Wawonii tetap menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi anak cucu kita nanti,” ujarnya dengan semangat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa upaya konservasi tidak hanya berhenti pada program dan kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga konservasi seperti PAAP dan RARE Indonesia menunjukkan bahwa menjaga laut adalah tugas bersama, bukan semata kewajiban satu pihak.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus tumbuh, harapan besar pun terpatri agar laut Wawonii senantiasa menjadi sumber rezeki yang berkelanjutan dan warisan alam yang tak ternilai bagi generasi mendatang. (**)







Komentar