Delegasi Filipina Ikuti Student Exchange di STIE Enam Enam Kendari

Harianpublik.id,Kendari – STIE Enam Enam Kendari menyambut delegasi dari Filipina dalam pelaksanaan Student Exchange, General Lecture, and International Community Service Program yang dibuka pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STIE Enam Enam Kendari untuk memperluas pengalaman internasional mahasiswa sekaligus memperkuat kerja sama akademik lintas negara.

Delegasi dari Benguet, Filipina, terdiri atas perwakilan Department of Education Benguet, yaitu Dr. Nestor Dalay-on dan Fema E. Acosta, serta lima mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Filipina.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Kurt Ghilmore C. Odiong dan Lorianne Mae A. Mendoza dari University of Baguio, Ahnzlebe E. Buclay dan April Mon P. Diclas dari Saint Louis University, serta Marviz I. Kiong dari Benguet State University.

Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S., dalam sambutannya menyampaikan rasa senang dan kehormatan atas kehadiran delegasi Filipina di STIE Enam Enam Kendari. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi akademik dan kemitraan internasional antara STIE Enam Enam Kendari dan mitra pendidikan dari Benguet, Filipina.

“Kami merasa sangat senang dan terhormat dapat menyambut delegasi dari Benguet, Filipina, di STIE Enam Enam Kendari. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi akademik dan kemitraan internasional yang telah terjalin,” ujar Prof. Abdul Azis.

Ia menjelaskan bahwa program pertukaran mahasiswa, kuliah umum, dan pengabdian kepada masyarakat internasional tidak sekadar menjadi kegiatan akademik. Program tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, bertukar gagasan dan pengalaman, memahami perspektif yang berbeda, serta mempererat persahabatan antar komunitas akademik.

“Di tengah dunia yang semakin terhubung, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga dengan wawasan internasional, pemahaman lintas budaya, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan berkolaborasi melampaui batas negara,” jelasnya.

Menurut Prof. Abdul Azis, kolaborasi STIE Enam Enam Kendari dengan Department of Education Benguet, University of Baguio, Benguet State University, dan Saint Louis University menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mendorong internasionalisasi pendidikan.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan yang sedang berlangsung, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Kami berharap program ini menjadi awal dari kerja sama yang semakin kuat pada masa mendatang. Ke depan, kerja sama dapat dikembangkan melalui mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, konferensi akademik, pengabdian kepada masyarakat, publikasi bersama, serta berbagai program akademik internasional lainnya,” tambahnya.

Kehadiran delegasi Filipina juga mendapat sambutan antusias dari mahasiswa STIE Enam Enam Kendari. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa dari Filipina, bertukar pengalaman, mengenal budaya yang berbeda, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan internasional.

Melalui Student Exchange, General Lecture, and International Community Service Program, STIE Enam Enam Kendari berharap hubungan akademik antara Indonesia dan Filipina semakin kuat sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi mahasiswa, dosen, dan institusi pada masa mendatang. (**)

Komentar