Harianpublik.id,Konawe Kepulauan – Persiapan pemasangan tapal batas Zona Inti Kawasan Konservasi Daerah (KKD) Pulau Wawonii pada Sabtu pagi, 12 September 2026, memanas setelah beredar video yang diduga direkam Kepala Dinas Kesehatan Konawe Kepulauan, Bisman.
Video tersebut merekam anggota PAAP Wawonii yang memuat pemberat semen untuk pemasangan tapal batas di Pelabuhan Rakyat.
Dalam rekaman terdengar ucapan, “Cerita mati, pagi-pagi kasih turun biji kolot,” disertai tawa. Ucapan yang diduga disampaikan Bisman itu dinilai PAAP sebagai ejekan terhadap kegiatan konservasi yang sedang mereka jalankan.
Menanggapi Video yang beredar di Grup WatsApp di Respons Aipda Agustiar, Komandan Marnit RB-23 Kabupaten Konawe Kepulauan.
“Cerita mati apa, Pak Kadis? Lebih baik berbuat daripada teriak-teriak saja dong.”
Ketua PAAP Wawonii menilai ucapan dalam video tersebut merendahkan kerja kelompok yang selama ini terlibat dalam pengawasan perairan dan edukasi pencegahan illegal fishing.
Ia juga membantah kegiatan PAAP bukan merupakan proyek untuk mengambil keuntungan dari anggaran daerah. Menurutnya, kelompok tersebut mendapat dukungan melalui program Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) yang merupakan kerja sama Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia.
Atas video itu, PAAP Wawonii meminta Bisman memberikan permintaan maaf secara terbuka melalui video.
Hingga berita diterbitkan, belum ada klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan Konkep, Bisman mengenai video dan ucapan yang dipersoalkan PAAP Wawonii. (**)
Penulis: Ishak







Komentar