Harianpublik.id,Bombana – Hasil panen jagung pakan (hibrida) milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lantawonua mulai terserap pasar. Sebanyak 1.315 kilogram jagung dibeli Perum Bulog Kantor Cabang Bombana dengan nilai transaksi mencapai Rp7.627.000, Penjualan tersebut berlangsung di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Kamis (17/9/2026).
Jagung yang diserap Bulog tersebut dikemas dalam 26 karung dengan berat keseluruhan 1.315 kilogram. Jagung dihargai Rp5.800 per kilogram, sehingga total hasil penjualan mencapai Rp7,6 juta.
Kasi Humas Polres Bombana, IPTU Abdul Hakim, mengatakan penyerapan hasil panen tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap petani lokal, khususnya dalam memastikan hasil produksi memiliki pasar dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.
“Penyerapan jagung ini tentu menjadi hal positif bagi petani karena hasil panennya memiliki kepastian pasar. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar proses penyerapan dapat berjalan dengan baik dan harga di tingkat petani tetap terjaga,” ujar Abdul Hakim.
Menurutnya, dalam proses penyerapan jagung, kualitas hasil panen menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Jagung yang diserap Bulog harus memenuhi standar kadar air serta mutu dan kualitas yang telah ditentukan.
Karena itu, koordinasi antara Bulog, petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pihak kepolisian dinilai penting untuk memastikan proses penyerapan berjalan sesuai ketentuan.
“Petani juga perlu mendapatkan pendampingan dan informasi yang jelas terkait standar kualitas jagung yang dapat diserap Bulog. Dengan begitu, hasil panen yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” jelasnya.
Abdul Hakim menambahkan, Bhabinkamtibmas di wilayah juga dilibatkan dalam melakukan koordinasi dengan Bulog, PPL dan petani lokal.
Pendampingan tersebut dilakukan tidak hanya untuk mendukung kelancaran penyerapan, tetapi juga sebagai langkah menjaga stabilitas harga jagung di tingkat produsen.
Penjualan 1,3 ton jagung milik BUMDes Lantawonua ini diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian di Kabupaten Bombana. (**)
Penulis: Ismi Azizah







Komentar