Harianpublik.id,Konawe Kepulauan – Komitmen menjaga kelestarian laut di Wawonii semakin nyata. Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Wawonii bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Polairud Konawe Kepulauan sukses menggelar pengawasan perikanan berbasis masyarakat selama tiga hari, 23–25 April 2026.
Kegiatan ini menyasar kawasan konservasi strategis di Kecamatan Wawonii Barat, Wawonii Utara, dan Wawonii Timur Laut. Dengan pembagian tiga tim pengawasan sesuai struktur resmi organisasi, setiap tim bekerja fokus di wilayah masing-masing, memastikan pengawasan berjalan efektif dan terarah.
Tak hanya melibatkan aparat penegak hukum, kegiatan ini juga didampingi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Konawe Kepulauan. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi kuat antara masyarakat, pemerintah, dan aparat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.
Di lapangan, tim masih menemukan sejumlah pelanggaran, seperti pengambilan batu karang dan aktivitas memancing di zona inti atau kawasan larang ambil. Namun, pendekatan yang digunakan tidak semata penindakan, melainkan juga edukasi langsung kepada nelayan.
Hasilnya signifikan. Pendekatan persuasif yang dilakukan terbukti mampu mengubah perilaku – nelayan yang sebelumnya melanggar mulai memahami pentingnya menjaga kawasan konservasi dan tidak lagi mengulangi aktivitas tersebut di hari-hari berikutnya.
Ketua PAAP Wawonii, Amal RF, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran masyarakat.
“Ini adalah bukti komitmen bersama untuk menjaga sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Keterlibatan TNI AL dan Polairud memberikan kekuatan lebih dalam pengawasan sekaligus efek jera bagi pelanggar,” ujarnya.
Senada, pendamping kelompok dari Dinas Perikanan, Aris La Ria, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Pengelolaan perikanan tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi semua pihak adalah kunci agar tujuan konservasi dapat tercapai secara optimal,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pengawasan, kegiatan ini menjadi transformasi nyata – dari edukasi menuju aksi. Harapannya, kesadaran masyarakat terus tumbuh, sehingga praktik penangkapan ikan yang merusak dapat ditekan, dan ekosistem laut Wawonii tetap lestari untuk generasi mendatang. (**)













Komentar