Harianpublik,Samarinda – Buku Islam Ala Prabowo kembali menjadi sorotan. Dai kondang Ustaz Das’ad Latif melontarkan kritik keras terhadap pihak di balik buku yang mengulas Islam dan sosok Presiden Prabowo Subianto tersebut. Ia menyebutnya sebagai “penjilat luar biasa”.
Pernyataan itu disampaikan Das’ad saat mengisi Tabligh Akbar Kecamatan Sambutan di Lapangan Terbuka, Samarinda, Sabtu (19/9/2026). “Ada lagi namanya Islam Ala Prabowo. Itu penjilat luar biasa itu,” kata Das’ad.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin itu kemudian mengkritik perilaku yang menurutnya dapat membuat umat kehilangan daya kritis terhadap kekuasaan. “Siapa muka ular? Suka menjilat-jilat, bikin bodoh-bodoh umat,” ujarnya.
Kritik tersebut muncul di tengah polemik pencantuman nama sejumlah tokoh agama dalam buku. TGB Muhammad Zainul Majdi menyatakan tidak pernah mengirim tulisan, meski namanya tercantum sebagai penulis salah satu artikel. Pihak Gus Kautsar juga mempertanyakan pencantuman namanya.
Bantahan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses penyusunan buku, terutama soal asal materi dan dasar pencantuman nama para tokoh. Namun, perbedaan keterangan itu belum dengan sendirinya membuktikan adanya kesengajaan pencatutan nama.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menegaskan bahwa Islam Ala Prabowo bukan produk MUI dan meminta publik mengedepankan tabayun dalam menyikapi polemik tersebut.
Kritik Das’ad akhirnya membuat perdebatan buku itu melebar: bukan hanya soal narasi Islam dan Prabowo, tetapi juga tentang batas antara penghormatan terhadap pemimpin, kedekatan dengan kekuasaan, dan pentingnya sikap kritis umat.







Komentar