HarianPublik.id,Muna – Fotonya dengan salah satu paslon beredar di sosial media, Kepala Desa (Kades) Labunti, Hidayat Tunggal dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muna.
Hidayat dituding melanggar netralitas dan mengikuti kampanye Paslon Bupati RAHMATnya Muna di Desa Labunti.
Menanggapi tudingan dan laporan tersebut, Kades Labunti membantah secara tegas perihal tersebut. Dirinya yang dituduh mengikuti kampanye Paslon RAHMATnya Muna adalah hal yang tidak benar adanya. Sebab kondisi foto tersebut sangat diketahui benar tempatnya dan foto tersebut kadaluarsa untuk diproses menjadi temuan pelanggaran pilkada.
Kata Hidayat foto yang disebarkan di medsos itu merupakan foto saat dirinya yang lagi ngobrol bersama masyarakatnya di tugu Masjid Labunti. Namun kemudian didatangi oleh Calon Wakil Bupati Muna, Purnama Ramadhan ketika pulang dari kampanye di Kecamatan Napabalano pada tanggal 5 Oktober 2024 yang lalu. Itu bukanlah hal yang disengaja.
“Itu foto lama. Foto tanggal 5 Oktober 2024 saat Paslon nomor 2 kampanye di Kecamatan Napabalano. Dan hal itu bukan kesengajaan karena saya saat itu lagi duduk bercerita di pinggir jalan dengan masyarakat saya tepatnya di tugu masjid. Lewatlah paslon nomor 2, disitu Pak Purnama Ramadhan turun menemui kami dan kami pun mau tidak mau menyalaminya,” terangnya.
Hidayat menegaskan bahwa dirinya adalah pembina politik di desanya, ketika ada paslon bupati siapapun di Pilkada Muna, tidak mungkin mau menghindarinya.
“Saya pembina politik di Desa Labunti. Masa saya harus rusaki diri saya di depan masyarakat saya ketika ada paslon bupati lalu mau menghidarinya. Itu sama saja saya rusaki citra demokrasi di wilayah saya. Dan sama halnya saya mengajarkan masyarakat untuk berdemokrasi yang tidak baik.Tidak mungkin kan begitu,” tegasnya.
Hidayat menambahkan bahwa dirinya selama berjalannya tahapan Pilkada Muna tidak pernah menghadiri kampanye paslon bupati atau pun paslon gubernur siapapun.
“Saya tidak pernah ikut kampanye paslon siapapun maupun berkampanye. Tapi kalau saat berpapasan di jalan pasti saya salami. Itu sama paslon siapapun. Sama Pak Bachrun juga saat berpapasan saya salami juga ketika bertemu di tugu Masjid Labunti waktu itu,” ucapnya.
Dimasa kampanye, dirinya selaku pembina politik di wilayah pemerintahannya tetap menjaga hubungan yang baik dengan paslon siapapun. Namun tidak untuk bertemu dalam kondisi kesengajaan misalkan saat berkampanye, karena ia menjaga yang namanya netralitas.
“Tenda dan kursi BUMDES saja ketika mereka berkampanye dan mereka mau pinjam, kami ladeni. Seperti kampanye Pak Ruksamin kemarin itu kami selaku pemerintah kami meresponnya karena mereka mau pinjam. Tetapi koordinasinya langsung kepengurusan BUMDES, dan tidak mungkin saya mau melarang hal itu,” jelasnya.
“Malah saya bersyukur kalau ada paslon bupati ataupun gubernur yang mau pinjam tenda atau kursi di desa kami,” sambungnya.
Dia menjelaskan, foto itu tersebar di medsos Facebook hingga difitnah mengikuti kampanye paslon RAHMATnya Muna, dirinya tidak terlalu menghawatirkannya.
“Niat saya baik untuk kepentingan masyarakat di desaku. Semua paslon ketika berpapasan saya salami. Dan foto itu bukan saat Calon Bupati Muna Pak Purnama berkampanye di desa saya, tetapi saat turun menyapa kami masyarakat Labunti di tugu Masjid Labunti yang baru pulang dari kampanye beberapa minggu yang lalu,” pungkas Hidayat. (**)
Penulis: Ardian









Komentar