DKP Sultra RARE Indonesia Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas: PAAP Wawonii dan Teluk Moramo Bersatu Dorong Co-Management di Kawasan Konservasi

HarianPublik.id,Kendari – Suasana penuh semangat membalut ruang pertemuan Hotel Azizah Syariah selama tiga hari, tepatnya 27 hingga 29 Agustus 2025. Dalam kurun waktu itu, para pejuang konservasi sumberdaya perikanan dari dua kabupaten di Sulawesi Tenggara berkumpul dalam satu forum mulia: Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) untuk Mendorong Co-Management di Kawasan Konservasi.

Dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara Sri Resqina Ruspian Laydi, kegiatan yang digagas oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara dan RARE Indonesia ini menghadirkan para penggerak lapangan yang selama ini setia menjaga denyut kehidupan pesisir. Sebanyak 18 orang dari PAAP Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, serta 14 orang dari PAAP Teluk Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, turut serta dalam pelatihan intensif ini. Tak ketinggalan, hadir pula 3 personil Satuan Unit Organisasi Pengelola Kawasan Konservasi, yang menjadi garda depan dalam memastikan harmonisasi kebijakan dan praktik di lapangan.

Menariknya, setiap kelompok PAAP didampingi langsung oleh perwakilan dari Dinas Perikanan daerah masing-masing, sebuah bentuk sinergi nyata antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam merajut mimpi bersama menjaga laut sebagai warisan hidup.

Pelatihan ini tidak sekadar membicarakan teori pengelolaan kawasan, tetapi juga mempertegas pentingnya co-management sebuah pola kolaborasi yang menempatkan masyarakat pesisir bukan hanya sebagai penerima kebijakan, melainkan sebagai aktor utama pengelolaan sumber daya. Dalam forum ini, ide, pengalaman, dan strategi mengelola wilayah konservasi dipertukarkan, mengalir layaknya arus laut yang membawa kehidupan baru.

Amal RF salah satu peserta pelatihan dari PAAP Wawonii saat diwawancarai mengatakan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar kegiatan formal, pelatihan ini menjadi ruang bertumbuhnya kesadaran kolektif bahwa laut bukan hanya bentangan biru yang indah dipandang, melainkan ruang hidup yang harus dijaga, dijalani, dan diwariskan.

“Semangat kebersamaan yang tercipta di Hotel Azizah Syariah menjadi tanda bahwa perjuangan menjaga pesisir laut Wawonii maupun Teluk Moramo bukan sekadar retorika, melainkan langkah nyata. Saya baru kali ini melihat antusias sesama peserta pelatihan sangat besar. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat cepat kita realisasikan di daerah kita masing-masing secara berkelanjutan sebagai output kegiatan ini,” ujar Amal.

Di akhir pelatihan, tersisa keyakinan bahwa co-management bukan sekadar konsep, melainkan jalan terang bagi masa depan konservasi laut Sulawesi Tenggara. Dan di dalamnya, ada nama-nama sederhana, para anggota PAAP yang bekerja dalam senyap, namun memberi arti besar bagi keberlanjutan kehidupan. (**)

Komentar