Harianpublik.id,Kendari – Dugaan kabut asap di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran rute Langara–Kendari. Penurunan jarak pandang di laut berpotensi menyulitkan navigasi kapal dan meningkatkan risiko perjalanan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pengguna jasa penyeberangan, terutama jika kabut asap berdampak pada jarak pandang di lintasan laut yang menghubungkan Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan, dengan Kota Kendari.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kabut asap, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker guna mengurangi paparan asap. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, juga diminta lebih berhati-hati.
Dalam konteks pelayaran, gangguan jarak pandang perlu menjadi perhatian serius. Nakhoda dan operator kapal diharapkan terus memantau kondisi cuaca serta mengutamakan keselamatan apabila situasi di lintasan tidak mendukung perjalanan.
Pengguna jasa pelayaran Langara–Kendari juga diimbau memastikan informasi cuaca dan jadwal keberangkatan melalui operator kapal sebelum berangkat. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal apabila kondisi cuaca atau jarak pandang memburuk.
Meski demikian, hingga berita ini disusun pada Jumat (9/10/2026), dugaan kabut asap di lintasan Langara–Kendari belum terkonfirmasi melalui informasi resmi terbaru BMKG Sulawesi Tenggara yang secara khusus menyebut adanya kabut asap atau gangguan pelayaran di rute tersebut.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak langsung menyimpulkan bahwa pelayaran telah terganggu, sembari tetap mengutamakan informasi resmi dan imbauan keselamatan dari pihak berwenang. (**)












Komentar