Harianpublik.id,Bombana — Seorang nelayan berusia 70 tahun, Muhdin, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di perairan Tanjung Kabotu, Desa Masaloka Timur, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, pada Rabu (7/10/2026) pagi.
Muhdin, warga Desa Masaloka Selatan, diketahui pergi melaut sekitar pukul 06.00 WITA untuk memancing ikan menggunakan kapal body batang berbahan fiber. Namun, sekitar tiga jam kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di atas permukaan laut.
Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Kasman (44), warga Desa Maginti, Kecamatan Mataoleo. Saat itu, Kasman tengah dalam perjalanan pulang setelah membeli bubu ikan di Kelurahan Kasipute.
Ketika melintas di sekitar perairan Tanjung Kabotu sekitar pukul 09.00 WITA, Kasman melihat sosok mencurigakan terapung di permukaan laut.
Ia kemudian memutar haluan perahunya dan mendekati sosok tersebut. Saat berada sekitar lima meter dari lokasi, Kasman baru menyadari bahwa sosok yang dilihatnya merupakan mayat.
Kasman kemudian menuju Pelabuhan Desa Masaloka Timur untuk memberitahukan penemuan tersebut kepada warga dan kepala desa.
Tak lama berselang, Kasman bersama Kepala Desa Masaloka Timur dan sejumlah warga kembali mendatangi lokasi. Sekitar pukul 10.00 WITA, jenazah berhasil dievakuasi dengan cara mengikat tali pada pakaian korban kemudian menariknya menuju bibir pantai.
Wakapolsek Rumbia Ipda Laode Pandi mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya bersama personel Polsek Rumbia dan personel Polairud Bombana langsung mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah TKP.
“Kami langsung mendatangi lokasi setelah mendapat informasi penemuan mayat untuk melakukan identifikasi dan pemeriksaan di TKP. Setelah proses penanganan selesai, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka,” ujar Laode Pandi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan luar dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Kepulauan Masaloka Raya.
Dari keterangan keluarga, Muhdin memang memiliki kebiasaan pergi memancing menggunakan kapal body batang. Istri korban, Wa Abe, memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan suaminya.
Identitas korban dikenali dari kondisi jenazah yang masih utuh, wajah yang masih dapat dikenali serta pakaian yang digunakan saat korban berangkat memancing pada pagi hari.
Keluarga juga menyebut korban memiliki riwayat penyakit asam urat dan pernah mengalami stroke ringan. Perkiraan sementara, korban meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan.
Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan bersedia menandatangani surat pernyataan serta berita acara penolakan autopsi.
Polisi selanjutnya melakukan pengamanan TKP, identifikasi dan olah TKP, pemeriksaan terhadap saksi serta keluarga, koordinasi dengan Satreskrim Polres Bombana, dan membuat permintaan visum et repertum luar jenazah, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (**)
Penulis: Ismi Azizah







Komentar