Harianpublik.id,Muna – Buntut pajang dugaan penyelewengan Dana Desa yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) terpilih, aksi masyarakat Desa Tapi-Tapi, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, kembali berlanjut dengan menyambangi kantor Bupati Muna dan kantor DPRD Muna, pada Selasa (17/6/2026)
Berbeda dengan aksi sebelumnya di Kantor Kejaksaan Negeri Muna, kali ini warga memilih melakukan audiensi untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa yang mereka laporkan.
Koordinator massa aksi, Samsi Jaya
mengatakan bahwa kedatangan masyarakat ke kantor pemerintah bukan untuk melakukan demonstrasi besar-besaran, melainkan untuk berdialog secara langsung dengan pihak yang berwenang.
“Hari ini kami hanya melakukan audiensi, bukan aksi seperti yang kami lakukan sebelumnya di Kejaksaan Negeri Muna. Kami ingin menyampaikan langsung aspirasi masyarakat dan mencari solusi atas persoalan yang kami hadapi,” ujarnya.
Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan keluhan terkait dugaan korupsi Dana Desa yang menurut warga hingga kini belum mendapatkan kepastian penyelesaian dimana sejak Agustus 2025 telah di laporkan ke pihak kejaksaan negeri Muna.
Setalah menyambangi kantor Bupati Muna, masyarakat mendatangi kantor DPRD yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Muna, Muhamad Rahim di ruangan kerjanya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis, dimana warga diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka rasakan dan yang menjadi keluhan warga Desa Tapi-Tapi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rahim berjanji akan meneruskan seluruh keluhan masyarakat kepada komisi terkait yang memiliki kewenangan menangani persoalan tersebut dengan langsung berjanji bahwa pihak DPRD akan menindaklanjuti aspirasi warga melalui mekanisme yang berlaku.
“Kami akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada anggota komisi yang membidangi persoalan ini. DPRD juga akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas permasalahan yang disampaikan masyarakat,” ucap Rahim
Rahim menjelaskan, RDP tersebut
direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat melalui komisi 1 DPRD Muna, dengan menghadirkan pihak-pihak terkait termasuk masyarakat Desa Tapi-Tapi juga akan diundang secara langsung agar dapat menyampaikan aspirasi dan data yang mereka miliki dalam forum resmi tersebut.
Selain menyoroti persoalan yang sedang diperjuangkan warga, Ketua DPRD Muna juga prihatin dengan kondisi Desa Tapi-Tapi yang menurutnya membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Menurut Rahim, masyarakat Desa Tapi-Tapi merupakan wilayah yang memiliki berbagai keterbatasan sehingga perlu mendapatkan perhatian serius, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, serta akses layanan publik lainnya. (**)
Reporter: Afrizal









Komentar