Harianpublik,Bombana – Media sosial Kabupaten Bombana sempat ramai dengan perbincangan soal pembagian Bendera Merah Putih yang disebut-sebut menghabiskan anggaran hingga Rp50 miliar. Isu ini bermula dari hitung-hitungan warganet yang mengalikan jumlah bendera 10 juta lembar dengan harga Rp5.000 per lembar.
Menanggapi hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana memberikan klarifikasi. Kepala Kesbangpol Bombana, dr. H. Sunandar, menegaskan bahwa angka tersebut tidak benar dan pembagian bendera di Bombana sama sekali tidak menggunakan anggaran fantastis seperti yang beredar.
“Gerakan ini adalah program nasional dari Kementerian Dalam Negeri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk Bombana, bendera yang dibagikan berasal dari sumbangan OPD, kecamatan, kelurahan, organisasi, hingga pihak swasta. Tidak ada anggaran khusus miliaran rupiah untuk membeli bendera,” jelas Sunandar saat dikonfirmasi media Harianpublik, pada Senin (11/8/2025).
Acara Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Bombana dipusatkan di Tugu Munajah, Kecamatan Rumbia, dan dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, jajaran Kesbangpol, serta calon Paskibraka Bombana. Penyerahan bendera dilakukan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat untuk selanjutnya dipasang di lingkungan masing-masing.
Menurut Sunandar, tujuan gerakan ini adalah menumbuhkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, serta memperkuat persatuan bangsa melalui pemasangan bendera Merah Putih serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2025.
“Kami ingin meluruskan bahwa pembagian bendera ini bukan proyek daerah beranggaran besar. Ini kegiatan rutin sejak 2023 yang memanfaatkan partisipasi masyarakat. Jadi, mohon tidak termakan isu atau hitungan yang keliru,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bombana juga memastikan pelaksanaan kegiatan ini akan dilaporkan sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri melalui kanal resmi yang telah disediakan. (**)
Penulis: Ismi Azizah








Komentar