Harianpublik.id,Muna – Merasa bangga karena mengaku orang dekat dari Bupati Muna, oknum petugas penagih Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pelabuhan Laino, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menunjukkan sikapnya yang arogan dan sombong.
Hal itu dirasakan oleh seorang warga Muna yang enggan disebutkan namanya pada Jumat (9/12/2022).
Ia menyebut oknum petugas penagih pelabuhan terkesan pilih kasi, sombong dan suka marah-marah. Bahkan saat diladeni, sang oknum mengoceh terus menerus dan terkesan bersikap arogan.
“Namanya saya tidak tahu, tapi ciri-cirinya itu petugas gemuk. Dan saat itu ia sedang berjaga tanpa ditemani petugas lain, hanya ada anak kecil laki-laki, mungkin itu anaknya,” ungkapnya.
“Mentang-mentang mereka yang jaga disitu, sudah kayak mereka yang punya pelabuhan. Saat itu saya tidak mau bayar karena yang mereka kenal dibiarkan saja masuk. Pas saya tidak bayar sembarang orang bicara,” sambungnya lagi.
Hal yang sama dirasakan warga yang lain yang juga enggan disebutkan namanya. Kata dia sang oknum menunjukan sikap arogan dan sombong. Itu terjadi saat hendak memasuki kawasan pelabuhan dan menyampaikan agar tak ditagih dulu. Hal itu dilakukan karena banyak barang yang akan diantar ke kapal secara bolak-balik. Meski sudah disampaikan demikian, sang oknum terus saja mengoceh dan mengeluarkan kata kasar. Ironinya mengeluarkan kalimat tak takut pada siapapun dan menyebut dekat dengan Bupati Muna, LM Rusman Emba.
“Saya sampaikan, izin masuk nanti setelah antar barang baru saya temui. Tapi tidak digubris dan keluarkan bahasa kasar seperti menyebut mulut dan marah-marah tak jelas,” ucapnya.
Lanjutnya, hal tersebut sangat disesalkan, sehingga sudah sepatunya pihak terkait melakukan evaluasi dan mengajarkan etika. Bahkan ketika menanyakan nama dan surat tugas malah mengamuk dan minta ke kantor Dishub.
“Masa hanya uang 2 ribu sampai marah-marah dan jadi perhatian orang di sekitar. Kan lebih bagus kalau kita bicara baik-baik,” terangnya.
Sampai berita ini dinaikkan, media ini berupaya mengkonfirmasi Kadis Perhubungan Muna. (**)
Penulis: Rixan Ardian













Komentar