Harianpublik.id,Kendari – Dalam rentang waktu tiga jam, wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara diguncang dua gempa secara berturut-turut, pada Rabu (9/8/2023).
Dari data BMKG Bandung, Gempa pertama kali terjadi pada pukul 02:29:43 WITA, terjadi di wilayah Lalonggasumeeto, dengan kekuatan M=4.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.89 LS, 122.55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5.0 km, Tenggara Lalonggasumeeto, Kab. Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 5 km.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rudin, S.T menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lawanopo di Tenggara Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe.
“Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Kendari, Konawe Selatan, Konawe III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu),” jelasnya.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” sambung Rudin.
Gempa kembali terjadi pada pukul 03:57:18 Wita, lok:3.93 LS,122.75 BT (10.2 km Tenggara Soropia, Kabupaten Konawe – Sultra) Kedalaman: 6 km, dirasakan II-III MMI di Kendari.
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. (Red)







Komentar