Harianpublik.id,Konawe – Langkah tegas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe kembali ditunjukkan. Tak sekadar kunjungan seremonial, rombongan wakil rakyat ini turun langsung ke kawasan industri Morosi untuk memastikan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak bocor. Dalam kunjungan kerja ke PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Wakil Ketua DPRD Konawe memberi apresiasi atas keterbukaan manajemen, namun juga menegaskan pentingnya kepatuhan pajak demi kepentingan daerah.
Pasalnya, DPRD Kabupaten Konawe terus mengintensifkan pengawasan terhadap sektor industri guna mengoptimalkan PAD. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kunjungan kerja ke PT VDNI di Kecamatan Morosi, Rabu (12/3/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., MM., didampingi Wakil Ketua II, Nasrullah Faizal, SH, serta para Ketua Komisi I, II, dan III. Rombongan disambut langsung oleh jajaran manajemen PT VDNI, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Konawe.
Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua II DPRD Konawe, Nasrullah Faizal, menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka manajemen VDNI dalam menerima masukan dan berdialog bersama DPRD.
“Manajemen VDNI menyambut kami dengan sangat baik. Ini menunjukkan sinergi positif dalam mengawal investasi yang sehat dan berkelanjutan di Konawe,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD menegaskan bahwa pengawasan terhadap potensi PAD menjadi prioritas utama. Kawasan industri Morosi dinilai memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan daerah, khususnya dari sektor Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Penerangan Jalan (PPJ), serta kewajiban pajak dan retribusi lainnya.
DPRD juga mendorong agar kewajiban pajak, termasuk tunggakan PPJ tahun 2024, segera dituntaskan. Hal tersebut dianggap penting untuk memastikan investasi yang berkembang di Konawe benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap potensi PAD dari sektor industri dapat dimaksimalkan. Kepatuhan terhadap regulasi daerah adalah kunci agar manfaat investasi dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Nasrullah.
Menanggapi hal itu, manajemen PT VDNI menyatakan komitmennya untuk menjalankan operasional perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku serta mendukung peningkatan PAD melalui kepatuhan pajak dan kontribusi lainnya.
Sebagai salah satu kawasan industri nikel terbesar di Sulawesi Tenggara, PT VDNI telah berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi turunan di sekitar Morosi.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Konawe tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga memastikan setiap rupiah potensi daerah dikelola maksimal demi pembangunan yang berkelanjutan. (ADV)










Komentar