Harianpublik,Bombana – Penyakit kecacingan masih sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat berbahaya. Mulai dari menurunnya nafsu makan, membuat anak lesu dan sulit konsentrasi, hingga berujung pada gizi buruk bahkan kematian. Untuk itu, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bombana kini membuka layanan pemeriksaan kecacingan sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Koordinator Teknis Labkesda Bombana, Sumarno Amburasa, menjelaskan bahwa program pemeriksaan kecacingan sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Namun, kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini masih tergolong rendah.
“Semua umur bisa terkena kecacingan, tapi anak-anak paling rentan. Kalau diperiksa sejak dini, dampak yang lebih buruk bisa dicegah. Inilah bagian dari fungsi Labkesda untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ungkap Sumarno.
Pemeriksaan kecacingan di Labkesda juga sangat terjangkau. Dengan biaya hanya Rp50 ribu, masyarakat sudah mendapatkan dua layanan sekaligus, yakni pemeriksaan kecacingan serta analisis makroskopis terhadap sampel pasien.
Lebih lanjut, Sumarno mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. Menurutnya, banyak orang sering menyepelekan gejala ringan yang muncul, padahal bisa saja itu tanda awal dari penyakit berbahaya.
“Kalau ada kondisi yang tidak normal, walaupun belum terasa sakit, sebaiknya tetap diperiksakan. Sehat itu nikmat yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan. Salah satu bentuk syukur adalah dengan menjaga kesehatan itu sendiri,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Labkesda Bombana mengajak masyarakat, khususnya Kabupaten Bombana agar melakukan pemeriksaan kecacingan di UPTD Labkesda Kabupaten Bombana dibuka setiap Senin–Jumat, pukul 08.00–15.00 WITA.
“Jangan tunggu sampai terlambat. Ayo periksakan diri dan keluarga Anda. Kesehatan adalah investasi besar, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk generasi dan lingkungan sekitar,” tutupnya.
Belum lama ini, publik bahkan dikejutkan dengan kasus tragis seorang balita di Sukabumi, Jawa Barat, bernama Raya, yang tubuhnya dipenuhi cacing hingga akhirnya meninggal dunia. Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa kecacingan bukanlah masalah kecil, melainkan ancaman nyata bila diabaikan. (**)
Penulis: Ismi Azizah







Komentar