Maxim Gandeng Balai Bahasa Sultra, 150 Pelajar Adu Jago Bahasa Inggris Berbasis Teknologi

Harianpublik.id,Kendari – Belajar bahasa Inggris tak lagi sekadar menghafal kosakata dan mengerjakan soal di atas kertas. Di Kendari, sekitar 150 pelajar SMA/SMK sederajat menguji kemampuan bahasa Inggris sekaligus kecepatan berpikir melalui kompetisi berbasis teknologi.

Kompetisi bertajuk Maxim Quiz: English Brain itu digelar Maxim untuk pertama kalinya di Kendari dengan dukungan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara. Kegiatan berlangsung di Main Atrium Lippo Plaza Kendari dan diikuti 32 sekolah dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara, pada Jumat (21/8/2026).

Para peserta tidak hanya dituntut mampu menjawab soal berbahasa Inggris. Mereka juga harus berpikir cepat, teliti, dan tepat mengambil keputusan. Teknologi menjadi bagian utama dalam proses kompetisi yang dikemas lebih interaktif dan kompetitif.

Head of Subdivision Maxim Kendari, Khairul Rasyid Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengubah pengalaman belajar bahasa Inggris menjadi lebih menarik bagi generasi muda.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi para pelajar melalui pemanfaatan teknologi, sehingga proses belajar bahasa Inggris dapat berlangsung dengan lebih interaktif dan menyenangkan,” ujar Khairul.

Menurut dia, kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri menjadi bekal penting bagi pelajar untuk menghadapi perkembangan zaman.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan 32 sekolah. Sekitar 150 pelajar ikut menguji kemampuan mereka dalam kompetisi tersebut.

Tak hanya menawarkan pengalaman, Maxim juga menyiapkan apresiasi bagi peserta terbaik. Tiga pemenang utama memperoleh total saldo perjalanan Maxim senilai Rp2,7 juta.

Juara pertama mendapatkan Rp1,2 juta, juara kedua Rp900 ribu, dan juara ketiga Rp600 ribu. Masing-masing pemenang juga menerima piagam penghargaan dan medali.

Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, S.Sos., M.Adm.SDA., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai kompetisi semacam ini dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris tanpa kehilangan unsur kesenangan.

“Kompetisi seperti ini merupakan wadah yang positif bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris dalam suasana yang menyenangkan dan kompetitif,” kata Dewi.

Dewi berharap kegiatan serupa tidak berhenti di satu pelaksanaan. Menurutnya, semakin banyak ruang kompetisi yang positif, semakin besar pula peluang pelajar untuk terdorong meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Kendari menjadi kota ke-11 yang menjadi lokasi pelaksanaan Maxim Quiz: English Brain di Indonesia. Sebelumnya, program serupa digelar di Jakarta, Denpasar, Palembang, Balikpapan, Makassar, Cilegon, Serang, Kupang, dan Medan.

Bagi Maxim, kegiatan tersebut bukan semata perlombaan. Kompetisi itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan program edukatif yang mempertemukan teknologi dan pengembangan potensi generasi muda.

Di tengah tuntutan penguasaan bahasa asing dan teknologi, 150 pelajar Kendari memilih menguji kemampuan mereka bukan hanya dengan hafalan, tetapi juga kecepatan berpikir dan ketepatan mengambil keputusan. (**)

Reporter: Ishak

Komentar

Indeks Berita