Pernah Dianggap Sepele, Cahar Creator Asal Bombana Raup Puluhan Juta dari Media Sosial

Harianpublik.id,Bombana – Siapa sangka, konten parodi ibu-ibu berlogat Bugis yang dulu kerap dianggap sepele justru menjadi pintu rezeki tak terduga bagi Cahar (30), warga Desa Puwaea, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana. Dari layar ponsel dan ide sederhana, Cahar kini mampu meraup penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulan dari berbagai platform media sosial.

Cahar mengawali kisah hidupnya sebagai pekerja tambang sejak 2015. Di sela aktivitas berat di lapangan, ia mulai mengisi waktu luang dengan membuat konten hiburan bertema keseharian ibu-ibu, dibalut bahasa dan logat Bugis yang khas. Awalnya hanya untuk lucu-lucuan, namun perlahan konten tersebut menarik perhatian warganet.

Tak sedikit cibiran yang datang. Sejak awal menekuni dunia konten kreator, Cahar kerap diremehkan dan dianggap tidak serius. Banyak yang menilai konten parodi tak akan membawa masa depan. Namun bagi Cahar, komentar miring justru menjadi bahan bakar untuk terus melangkah.

Keputusan besar akhirnya ia ambil saat masih bekerja di wilayah Kabaena. Cahar memilih mengundurkan diri dari dunia pertambangan dan fokus menekuni media sosial, setelah melihat penghasilannya mulai stabil dan menjanjikan.

Di TikTok, Cahar sempat memiliki akun @Hj.Sompa dengan 1,3 juta pengikut dan pendapatan sekitar Rp10 juta per bulan sebelum akun tersebut terhapus. Meski sempat terpukul, ia tak berlama-lama terpuruk. Dalam waktu sekitar satu minggu, akun baru kembali ia bangun hingga menembus lebih dari 10 ribu pengikut.

Sementara di Facebook Pro akun @Bang cahar yang telah digeluti selama kurang lebih tiga tahun, Cahar kini mengantongi sekitar 474 ribu pengikut dengan penghasilan di atas Rp10 juta per bulan. Adapun di YouTube akun @Hj.Sompa official yang baru ditekuni sekitar enam bulan, kanalnya mampu menghasilkan hampir Rp10 juta per bulan dengan 14 ribu subscriber, berkat konsistensi mengunggah konten.

Jika ditotal dari seluruh platform—TikTok, Facebook, dan YouTube—penghasilan Cahar berada di kisaran Rp40 hingga Rp50 juta per bulan. Angka yang lahir bukan dari sensasi, melainkan dari konsistensi, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko.

Di Kabupaten Bombana, nama Cahar kini dikenal luas sebagai konten kreator yang memiliki jangkauan pengikut hingga jutaan. Ia kerap menjadi rujukan ketika membicarakan dunia kreator digital di daerah, bukan karena klaim pendapatan tertentu, melainkan karena pengaruh dan eksistensinya yang nyata di media sosial.

Kepada para calon konten kreator, Cahar berpesan agar tidak mudah goyah oleh komentar negatif.

“Jangan pernah dengar ocehan orang. Tetap ‘gila’ dengan kreativitasmu, karena dari situlah kita dibayar mahal, bahkan bisa pakai dolar. Yang penting jangan melanggar aturan,” ujarnya.

Kisah Cahar menjadi bukti bahwa apa yang dulu dianggap remeh, jika ditekuni dengan konsisten, bisa berubah menjadi sumber penghidupan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. (**)

Reporter: Ismi Azizah

Komentar