Mesin PDAM Muna Jebol Diduga Akibat Arus Listrik yang Tidak Stabil

Harianpublik.id,Muna – Krisis air bersih di wilayah Duruka Kabupaten Muna berlanjut sejak 16 Oktober lalu, setelah mesin distribusi milik PDAM Muna mengalami kerusakan. Kepala PDAM Muna, Muh. Nurhayat Fariki menyebut bahwa rusaknya mesin diduga kuat akibat arus listrik yang tidak stabil dari pihak PLN.

Menurut Yayat, adanya gangguan listrik menyebabkan mesin utama untuk wilayah Duruka tidak dapat dioperasikan.

“Kami sudah pesan mesin baru dari Surabaya dan siap dipasang. Namun kami masih berhati-hati, karena sebelumnya di wilayah lain mesin jebol diduga akibat tidak stabilnya aliran listrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan persoalan ini kepada PLN baik secara lisan maupun online.

“Kami duga listrik yang biasanya dialirkan ke kami telah di jamper ke keperluan lain di sekitar Laende. Sejak itu, distribusi terganggu. Kami takut mesin baru kembali rusak,” tegasnya.

Yayat menilai perlu adanya sinergi antara PDAM dan PLN Muna agar kerusakan tidak terus berulang.

“Kami sama-sama punya tanggung jawab melayani masyarakat. Jangan sampai kerugian besar terjadi lagi hanya karena listrik tidak stabil,” tambahnya.

Kerusakan ini menyebabkan PDAM harus mengganti pompa dengan biaya puluhan juta rupiah.

Menanggapi hal itu, Kepala PLN Muna, Iswanto Hakim, menegaskan pihaknya telah menindak lanjuti laporan PDAM.

“Kami sudah melakukan pengecekan, dan tegangan kini normal. Jika memang nantinya masih drop dan bermasalah, akan segera kami lakukan pembenahan, kami tidak akan lakukan pembiaran dan langsung tanggap terhadap semua keluhan dari pelanggan,” katanya

Iswanto juga menambahkan bahwa jalur yang di jamper, sesuai standar, tidak ada yang ilegal ataupun liar.

“Semua pelanggan resmi kami berhak menggunakan daya sesuai kebutuhan. Penyambungannya pun tercatat di kWh meter. Tidak ada penyambungan liar,” jelasnya.

Sementara itu, warga Duruka, La Uma, mengeluhkan belum mengalirnya air bersih selama lebih dari sepuluh hari.

“Katanya pompa macet, semoga segera diperbaiki. Kami butuh air secepatnya untuk keperluan setiap hari,” keluhnya. (**)

Reporter: Afrizal

Komentar