Nur Alam Ajak Masyarakat Wawonii Menangkan Tina Nur Alam Sebagai Gubernur Sultra

Harianpublik.id, Konawe Kepulauan – Kepemimpinan Nur Alam masih dirindukan masyarakat. Tak heran, warga begitu antusias menghadiri acara pamitan yang tertunda Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dua periode ini yang digelar di Lapangan TPI Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), pada Rabu (21/8/2024).

Mengawali acara yang bertajuk pamitan yang tertunda itu, puluhan ribu masyarakat Konawe Kepulauan dari berbagai desa yang hadir diajak bernostalgia dengan sederet perjuangan Nur Alam saat dalam membantu memperjuangkan pemekaran pulau Wawonii agar diterima pemerintah pusat sehingga berhasil dimekarkan menjadi suatu daerah otonomi yang baru di Sulawesi Tenggara.

“Saya mengingat betul perjuangan orang orang Wawonii bersama-sama memperjuangkan supaya bisa diterima oleh pemerintah pusat untuk menjadi suatu daerah otonomi baru,” ucap Nur Alam saat orasi di depan puluhan ribu warga yang memadati Lapangan TPI Langara.

Dia juga menuturkan bahwa di akhir masa jabatannya selama 10 tahun, dirinya mendapat tuduhan dan dakwaan yang tidak bisa membuktikan dirinya bersalah sampai hari ini.

“Saya dituduh merugikan negara sebesar Rp4,3 triliun, akan tetapi tuduhan itu tidak terbukti sampai saat ini,” tegasnya

Nur Alam menyebut, kegiatan pertambangan di Sulawesi Tenggara semakin tidak terkendali dan tidak bertanggungjawab hanya mengejar keuntungan di negeri ini.

“Ekploitasi lingkungan di Sulawesi Tenggara khususnya di Pulau Wawonii makin tidak terkendali dan tidak tidak bertanggungjawab hanya ingin mengejar sebuah keuntungan,” tegasnya lagi.

Lanjut Nur Alam, ia juga menyinggung pembangunan jalan lingkar di Pulau Wawonii yang seharusnya sudah tuntas dikerjakan selama pulau Wawonii dimekarkan.

“Seharusnya jalan lingkar di Pulau Wawonii yang seharusnya dituntaskan selama 10 tahun ini sudah selesai. Namun kenyataannya belum dituntaskan semoga dengan kepemimpinan gubernur selanjutnya, jalan lingkar tersebut bisa dituntaskan,” cetusnya.

Dalam kesempatan itu juga, Nur Alam mengajak masyarakat Wawonii agar memenangkan Calon Gubernur Sultra dari kaum perempuan, yaitu Tina Nur Alam sehingga dapat mewakili dan mencatat sejarah jika perempuan bisa menjadi gubernur pertama dalam sejarah di Sulawesi Tenggara.

“Saya mengajak warga Wawonii yang hadir pada malam hari ini, khususnya ibu-ibu untuk mengawal dan mengantarkan Tina Nur Alam sebagai gubernur perempuan pertama di Sulawesi Tenggara,” ajaknya.

Dirinya juga berkomitmen akan tetap berada di pihak masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi-aspirasi masyarkat dengan mengedepankan pendekatan potensi suatu daerah.

“Saya tetap akan memperjuangkan program dengan pendektan potensi di Pulau Wawonii. Dalam kepempimpinan Tina Nur Alam nanti jika menang kita akan menjadikan pulau ini sebagai kawasan industri perikanan di Sulawesi Tenggara,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Nur Alam juga berkomitmen insentif pemerintah desa naik menjadi Rp300 juta per tahun dari Rp100 juta. Dimana sebelumnya menjadi salah satu program di masanya saat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara. (**)

(EAW)

Komentar