Harianpublik.id,Konawe Kepulauan – Desa Morobea telah mekar sejak tahun 2009 hingga definitif tahun 2013. Secara administrasi desa itu terletak di Kecamatan Wawonii Tengah (Wateng), Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Desa itu berpenduduk 374 jiwa serta 102 Kepala keluarga dan 100 persen beragama Islam, tentu sudah semestinya memiliki masjid tersendiri guna memudahkan masyarakatnya dalam menjalankan ibadah sholat berjamaah. Dimana selama ini masyarakat melaksanakan sholat berjamaah ke masjid Desa Batumea sebagai desa tetangga.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Pemerintah Desa Morobea dan masyarakat kini telah melakukan pembangunan masjid secara swadaya.
Jafarudin selaku Kepala Desa Morobea menuturkan bahwa pembangunan masjid desa tersebut dipercepat dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1444 H/2023 M.
“Pembangunan masjid itu kami laksanakan seratus persen secara swadaya. Alhamdulillah telah rampung dan kami sudah gunakan sejak 20 Maret 2023, pembangunannya itu juga kami genjot cepat untuk sebelum puasa,” ujar Jafarudin.
Pria kelahiran Muna itu terpilih menjadi Kepala Desa Morobea sejak Desember tahun 2022 lalu, yang saat itu Morobea belum memiliki masjid.
“Sebelumnya, ketika kami hendak melaksanakan sholat berjamaah kami mesti ke desa tetangga. Untuk itulah yang mendorong saya menginisiasi membangun masjid ini, jarak antara masjid Batumea dan rumah-rumah warga Morobea lumayan cukup jauh,” terang mantan Pegawai Bank Danamon itu.
Lanjut Jafarudin, kehadiran masjid tersebut dinilai menjadi spirit baru warga desa Morobea untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT, bahkan menjadi pusat kegiatan religi Desa Morobea.
“Salah satu program utama saya setelah dilantik adalah masjid, karena saya rasa infrastruktur ini sangat vital. Selain itu juga penataan desa, pembuatan jalan tani dan jalan nelayan dan program-program non fisik lainnya,” pungkas Jafarudin. (**)
Penulis: Muamar












Komentar