Harianpublik.id,Nagan Raya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Nagan Raya kembali mengusulkan pembangunan tiga tower Base Transceiver Station (BTS) internet di wilayah itu. Soal usulan tersebut, pihaknya segera menyampaikan data tambahan perluasan jaringan internet 4G ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI).
Hal itu dikatakan Kadis Kominfotik, Said Amri, saat mengikuti rapat dengan Kemenkominfo RI di Hotel Sensa, Bandung, pada Selasa (15/8/2023) kemarin.
Rapat bertajuk ‘Sinkronisasi dan Pencocokan Penelitian (Coklit) Sebaran Infrastruktur dan Layanan Telekomunikasi Berbasis 4G di Sekitar Desa Blankspot Usulan Pemerintah Daerah’ itu dibuka Direktur Telekomunikasi Kemenkominfo, Aju Widiasari, dan dihadiri 12 Kadis Kominfo kabupaten/kota secara offline serta diikuti Dinas Kominfo lainnya di Indonesia melalui online.
“Kami segera menyampaikan data tambahan untuk pembangunan tower BTS internet sesuai usulan yang diajukan beberapa waktu lalu,” ujar Said Amri.
Pada kesempatan itu ia juga mengucapkan terima kasih kepada kementerian atas selesainya pembangunan tower BTS di Beutong Ateuh Banggalang sebulan lalu.
Tiga tower BTS internet yang diminta segera dibangun itu, yakni di Gampong Bumi Sari Kecamatan Beutong, Simpang Jaya Kecamatan Tadu Raya dan Komplek Perkantoran di Suka Makmue.
“Semua persyaratan sudah kita penuhi, hanya menambah tabel data potensi yang ada di tiga lokasi tersebut yang merupakan syarat dukungannya,” jelas Said Amri.
Katanya, dalam rapat dengan pejabat Kemenkominfo itu, pihaknya juga mengikutsertakan dua orang keuchik (kepala desa), yaitu Keuchik Gampong Kuta Teungeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dan Keuchik Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Tadu Raya.
Sebelumnya, Direktur Telekomunikasi, Aju Widiasari dalam arahannya mengharapkan, dengan diskusi bisa mendapatkan satu pencerahan dua belah pihak. Sebab memang ketika nanti penyelenggara telekomunikasi ingin melakukan investasi di suatu wilayah paling tidak ada support dari Pemerintah Daerah setempat untuk bisa memberikan kemudahan-kemudahan yang diperlukan para penyelenggara.
“Karena tanpa itu semua, kiranya kita tidak bisa mewujudkan pemerataan sinyal bagi masyarakat,” tegas Aju Widiasari.
Direktur Telekomunikasi itu juga minta pihak PLN dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya ikut membantu mencari solusi dalam upaya mengantisipasi tidak stabilnya sinyal di Beutong Ateuh Banggalang.
“Karena disana (tower BTS internet Beutong Ateuh Banggalang) menggunakan listrik tenaga surya, kira-kira ada solusi lain di Nagan Raya untuk menyediakan listrik, biar agak meringankan penyelenggara,” pungkasnya. (**)
Penulis: Helman













Komentar