HarianPublik,Bombana – Sebuah langkah strategis dan penuh harapan digulirkan oleh Polres Bombana dalam upaya mendukung program nasional swasembada pangan tahun 2025. Melalui Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan yang digelar pada Selasa (29/7/2025), seluruh desa di Kabupaten Bombana didorong untuk membuka dan mengelola lahan jagung minimal seluas 5 hektare per desa.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, Rapat ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PMD, Bulog, BPS, hingga para lurah dan kepala desa se-Kabupaten Bombana.
Langkah ini bukan sekadar program rutin, tetapi bagian dari tindak lanjut Anev AS SDM Polri dan kementerian terkait, menyikapi penurunan produksi jagung di wilayah Sulawesi Tenggara. Wilayah Bombana yang kaya lahan potensial menjadi salah satu titik fokus.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bombana, M. Hadi Raharjo Putra menjelaskan bahwa setiap desa wajib mengalokasikan 20% dari dana desa untuk ketahanan pangan. Bahkan, targetnya cukup konkret, setiap desa menggarap lahan seluas 5 hektar untuk ditanami jagung, dengan panen yang direncanakan pada November hingga Desember 2025.
“Kalau tiap desa bergerak, kita tidak hanya bicara pangan. Kita bicara perubahan sosial dan ekonomi di akar rumput,” katanya penuh harapan.
Sementara itu, Kepala Bulog Bombana, Aang Fahri Hajad, menyambut baik semangat ini. Ia memastikan bahwa Bulog siap menyerap hasil panen petani lokal, sehingga tidak ada yang merasa berjalan sendiri dalam perjuangan ini.
“Hasil panen Jagung nantinya juga akan diserap oleh Bulog Bombana, sehingga petani tidak khawatir dengan pemasaran hasil panen,” ucapnya.
Tidak kalah penting, Kapolsek, Kanit Binmas, dan para Bhabinkamtibmas akan ditugaskan untuk mengawasi dan mendampingi implementasi program di desa masing-masing. Harapannya, setiap jengkal tanah desa dapat menjadi sumber pangan dan penghasilan masyarakat.
“Kami mendorong agar setiap desa membuka minimal 5 hektare lahan jagung. Ini bukan sekadar target, ini adalah gerakan bersama yang melibatkan desa, kepolisian, dan semua elemen pemerintah,” tegas Kapolres Bombana. (**)
Penulis: Ismi Azizah







Komentar