HarianPublik.id,Kendari – Mantan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2020-2021, Rasmin Jaya, menilai bahwa pelaksanaan pesta demokrasi mahasiswa di kampus saat ini mengalami penurunan kualitas wacana strategis. Menurutnya, ruang diskursus mahasiswa lebih banyak dipenuhi kegiatan motivasi dibandingkan perdebatan ideologis yang membangun tradisi intelektual kampus.
Rasmin menyampaikan pandangan tersebut dalam tulisannya yang mengkritisi perkembangan demokrasi mahasiswa di UHO menjelang pelaksanaan pemilihan lembaga kemahasiswaan. Ia menekankan bahwa kampus seharusnya menjadi laboratorium pembentukan pemimpin masa depan melalui tradisi berpikir kritis, perdebatan sehat, dan penguatan kapasitas intelektual.
“Kampus harus menjadi role model praktik demokrasi yang baik, berintegritas dan substansial, agar melahirkan pemimpin yang mampu menjawab persoalan pendidikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kuatnya institusi pendidikan bergantung pada kualitas pemimpinnya, terutama yang mampu membangun kepercayaan dan konsolidasi di kalangan mahasiswa. Rasmin juga menyebut bahwa kepemimpinan di kampus harus memiliki visi yang melampaui generasi.
Selain itu, ia mendorong agar mahasiswa tetap memanfaatkan momentum pemilu raya kampus sebagai sarana edukasi politik, bukan sekadar formalitas seremonial. “Mengukur kualitas demokrasi bukan hanya dari seberapa besar suara diberikan, tetapi seberapa jauh gagasan dan partisipasi mahasiswa untuk kemajuan kampus,” katanya.
Ia berharap pesta demokrasi mahasiswa UHO dapat kembali menjadi medium pembentukan tradisi intelektual, tempat lahirnya pemimpin progresif yang berkarakter kuat dan memahami peran sosial mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa. (**)
Reporter: Malika







Komentar