Harianpublik.id,Bombana – Polres Bombana turut berperan aktif dalam memperkuat toleransi dan kerukunan masyarakat melalui kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Transmigrasi Aneka Marga ke-44 Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, pada Minggu malam (8/2/2026), dan berlangsung khidmat serta penuh kebersamaan.
Doa bersama lintas agama ini melibatkan pemuka agama Islam, Hindu, Kristen Protestan, dan Kristen Katolik sebagai wujud nyata keharmonisan masyarakat transmigrasi yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Bombana yang diwakili Kasat Binmas AKP Bastian Hamsa, S.H., anggota DPRD Bombana Dapil Rarowatu Nurcholish, A.Md., Camat Rarowatu Utara Hajar Aswad, S.E., M.PW., Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., CPM., Danramil Rumbia yang diwakili Serka Hambarin, Lurah Aneka Marga Justan, S.IP., Kepala Desa Marga Jaya H. Suharto, personel Brimob Lantari Jaya, serta perwakilan komunitas Bali, Jawa, Bugis, Lombok, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kasat Binmas Polres Bombana AKP Bastian Hamsa, S.H., menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk dengan menjadikan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan hidup bermasyarakat.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus meningkatkan iman dan takwa, mendukung program kamtibmas, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjauhi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta praktik perjudian online yang dapat merusak ketenteraman sosial.
“Apabila terdapat permasalahan di lingkungan masyarakat, hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan dan dikoordinasikan dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa atau kelurahan, serta Bhabinkamtibmas selaku pembina kamtibmas,” pesan AKP Bastian.
Rangkaian kegiatan HUT Transmigrasi Aneka Marga ke-44 ini juga dimeriahkan dengan pergelaran seni budaya dari berbagai komunitas, di antaranya tarian Bali, tari Bugis, dan pertunjukan kuda lumping. Pentas budaya tersebut menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman yang telah terjalin harmonis selama puluhan tahun di wilayah Rarowatu Utara.
Melalui kegiatan ini, Polres Bombana berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan kesadaran kamtibmas di tengah masyarakat transmigrasi semakin kokoh, sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bombana tetap terjaga. (**)
Reporter: Ismi Azizah













Komentar