Harianpublik.id,Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh akan menggelar Ramadhan Fair 2023 yang dijadwalkan pada 12 hingga 18 April mendatang.
Rapat lanjutan persiapan event itu dipimpin langsung Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas di Ruang Kerjanya, Kamis (30/3/2023). Turut hadir dalam rapat tersebut Sekda Ardimartha, sejumlah Kepala SKPK, perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Ketua Baitul Mal Nagan Raya.
Pada kesempatan itu, Pj. Bupati Fitriany Farhas, menuturkan bahwa agar pelaksanaan Ramadhan Fair 2023 berlangsung sukses perlu persiapan-persiapan yang matang.
“Dalam rapat lanjutan hari ini kita matangkan persiapannya, seperti membentuk kepanitiaan, schedule acara, mekanisme pelaksanaannya dan lain-lain,” ujar Fitriany.
Dalam arahannya, Pj. Bupati berharap agar lokasi pelaksanaan Ramadhan Fair berada diseputaran Masjid Agung Baitul A’la (Masjid Giok).
Dia menyebut, tujuan penyelenggaraan Ramadhan Fair 2023 sebagai upaya menekan inflasi sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Harapannya, melalui kegiatan itu pelaku usaha bisa menjual berbagai produk kuliner (makanan) berbuka dan barang kebutuhan lebaran, seperti pakaian, bahan kue dan sebagainya.
“Sehingga akan terjadi perputaran uang di Nagan Raya,” terang Bupati.
Disamping itu, Fitriany menambahkan, lewat Ramadhan Fair 2023 secara tidak langsung juga ikut mempopulerkan Masjid Giok kebanggaan masyarakat yang telah menjadi sebagai salah satu ikon Kabupaten Nagan Raya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD, Irfanda Rinaldi selaku ketua panitia pelaksana yang ditunjuk Pj Bupati, menyampaikan, setelah rapat pertama minggu lalu, pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan Pimpinan MPU dan Pemerintah Gampong Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue.
“Pada prinsipnya, baik MPU maupun Keuchik Lueng Baro sangat antusias dan siap mendukungnya,” ungkap Irfanda.
Dijelaskan, rangkaian kegiatan Ramadhan Fair 2023, antara lain menyediakan lapak bagi pelaku UMKM menjual produk mereka.
Sambung Irfanda, untuk menyemarakkan Ramadhan Fair akan ditampilkan seni budaya Islami, seperti lomba azan, nasyid atau maramis atau rebana, bercerita tentang Islam, ceramah agama Islam, mewarnai, hadrah, marhaban, dan lain-lain.
“Untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, juga digelar pasar murah. untuk kuliner baru boleh dijual usai shalat ashar. Sedangkan pedagang pakaian atau non kuliner diperbolehkan sejak pagi dan ditutup menjelang shalat isya,” papar Irfanda.
Ia menghimbau masyarakat dan pelaku UMKM yang ingin meramaikan Ramadhan Fair 2023 bisa mendaftar di Sekretariat Panitia Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kabupaten Nagan Raya. (**)
Penulis: Helman












Komentar