Harianpublik.id,Makkah – Alhamdulillah, perjalanan ibadah jamaah PT Mulya Mandiri Travel pada periode 1448 H/2026 M terus berlangsung lancar. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah dan bertolak menuju Kota Makkah pada Jumat, 7 Agustus 2026, seluruh jamaah berhasil menunaikan umrah pertama dengan kondisi kesehatan yang tetap terjaga.
Umrah pertama menjadi salah satu momentum paling berkesan bagi jamaah. Dengan penuh kekhusyukan, jamaah melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah, dilanjutkan sa’i antara Bukit Safa dan Marwah, serta tahallul sebagai rangkaian penutup ibadah umrah.
Tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, PT Mulya Mandiri Travel juga memberikan pengalaman kepada jamaah untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, serta tempat-tempat penting yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan Islam melalui rangkaian city tour Kota Makkah.
Owner PT Mulya Mandiri Travel, Syarifa Mulya, SE., MM, mengatakan kegiatan perjalanan jamaah dirancang tidak hanya untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga memberikan pemahaman dan pengalaman sejarah sehingga jamaah dapat lebih menghayati perjalanan mereka selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, umrah pertama seluruh jamaah berjalan dengan baik. Kami ingin jamaah tidak hanya beribadah, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai sejarah dua kota suci, Makkah dan Madinah. Karena setiap tempat yang dikunjungi memiliki kisah dan nilai sejarah yang dapat menambah kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW dan Islam,” ujar Syarifa.
Dalam rangkaian city tour Makkah, jamaah PT Mulya Mandiri Travel diajak mengunjungi Museum Haramain Heritage, sebuah tempat yang memperkenalkan sejarah dan warisan dua kota suci, Makkah dan Madinah.
Di museum tersebut, jamaah mendapatkan kesempatan untuk melihat berbagai informasi dan gambaran mengenai perkembangan kawasan Masjidil Haram serta perjalanan sejarah dua kota suci dari masa ke masa.
Kunjungan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi jamaah karena mereka dapat melihat sejarah perkembangan kawasan Masjidil Haram yang selama berabad-abad menjadi pusat berkumpulnya umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Melalui kunjungan tersebut, jamaah diajak untuk memahami bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya tentang mengunjungi sebuah tempat, tetapi juga menyaksikan perjalanan panjang sejarah peradaban Islam yang terus berkembang hingga saat ini.
Usai mengunjungi museum, rombongan kemudian menikmati sejumlah lokasi yang tengah menjadi perhatian wisatawan dan jamaah, termasuk tangga yang sedang viral di kawasan Makkah. Momen tersebut dimanfaatkan jamaah untuk mengabadikan perjalanan mereka sekaligus menikmati suasana Kota Makkah dari sisi yang berbeda.
Kegiatan tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik jamaah. Tim pendamping PT Mulya Mandiri Travel terus mengingatkan agar jamaah tidak terlalu lama beraktivitas di luar ruangan, mengingat cuaca di Arab Saudi yang cukup panas.
Perjalanan city tour kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Jabal Khadamah dan Jabal Khudai. Kunjungan ke sejumlah kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kepada jamaah untuk mengenal bentang wilayah Makkah sekaligus memahami berbagai tempat yang berkaitan dengan sejarah perkembangan Kota Makkah.
Jamaah tampak antusias mengikuti perjalanan. Selain mendapatkan penjelasan dari pendamping, jamaah juga berkesempatan mengabadikan momen perjalanan bersama rombongan.
Bagi jamaah, perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang berbeda karena mereka dapat melihat secara langsung kawasan geografis Makkah yang selama ini hanya dikenal melalui buku, cerita para pembimbing ibadah maupun tayangan dokumenter.
Salah satu agenda yang tidak kalah menarik adalah kunjungan jamaah ke Museum Wahyu. Tempat ini menjadi sarana edukasi bagi jamaah untuk mengenal sejarah turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW serta perjalanan awal penyebaran risalah Islam.
Di Museum Wahyu, jamaah mendapatkan gambaran mengenai sejarah turunnya wahyu dan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pemahaman jamaah mengenai perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.
Bagi jamaah PT Mulya Mandiri Travel, kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan wisata, melainkan menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang memberikan kesempatan untuk mengenang sejarah perjuangan Rasulullah SAW.
Syarifa mengatakan, rangkaian city tour sengaja dikemas dengan menggabungkan unsur sejarah, edukasi dan pengalaman spiritual.
“Kami ingin jamaah pulang membawa lebih dari sekadar pengalaman perjalanan. Mereka bisa mendapatkan ilmu, mengenal sejarah Islam dan semakin memahami tempat-tempat yang mereka kunjungi. Harapannya, pengalaman tersebut membuat ibadah semakin bermakna,” jelasnya.
Sebelumnya, saat melaksanakan umrah pertama, jamaah juga mendapatkan kesempatan untuk berada di sekitar Ka’bah dan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Jamaah mengunjungi sejumlah lokasi yang dikenal dalam tradisi umat Islam sebagai tempat yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, di antaranya Multazam, Rukun Yamani, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim, serta melaksanakan salat di Hijr Ismail.
Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman spiritual yang paling dinantikan jamaah. Dengan penuh haru, jamaah memanfaatkan kesempatan berada di hadapan Ka’bah untuk memanjatkan doa bagi diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.
Selain itu, jamaah juga mengisi waktu dengan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir dan melaksanakan tawaf sunnah.
Di tengah padatnya agenda ibadah dan city tour, PT Mulya Mandiri Travel tetap menempatkan kesehatan jamaah sebagai prioritas utama.
Syarifa mengingatkan jamaah agar menjaga stamina, memperbanyak konsumsi air putih, mengatur waktu istirahat dan tidak memaksakan diri mengikuti aktivitas apabila kondisi tubuh sedang lelah.
“Alhamdulillah sampai saat ini jamaah dalam kondisi sehat. Kami terus mendampingi dan mengingatkan jamaah agar menjaga stamina. Ibadah memang harus dimaksimalkan, tetapi kesehatan juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai karena terlalu memaksakan diri justru kondisi tubuh menurun,” katanya.
Menurutnya, pendampingan kesehatan menjadi bagian penting dalam pelayanan PT Mulya Mandiri Travel karena jamaah umrah berasal dari berbagai usia dan memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda.
Karena itu, tim travel terus melakukan komunikasi dengan jamaah dan memastikan kebutuhan dasar mereka selama berada di Tanah Suci tetap terpenuhi.
Setelah rangkaian city tour Makkah, jamaah PT Mulya Mandiri Travel melanjutkan aktivitas dengan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Jamaah dijadwalkan melakukan salat berjamaah, tawaf sunnah, tilawah Al-Qur’an, zikir dan doa.
Pada Selasa, 11 Agustus 2026, jamaah menjalani aktivitas ibadah sekaligus mempersiapkan barang-barang untuk kepulangan.
Selanjutnya, Rabu, 12 Agustus 2026, jamaah dijadwalkan melaksanakan Tawaf Wada bagi jamaah yang akan meninggalkan Kota Makkah. Setelah check-out hotel, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, untuk kemudian terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, jamaah dijadwalkan mengikuti city tour di Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Indonesia. Rombongan kemudian dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 09.25 WITA, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kendari sesuai jadwal penerbangan.
Syarifa berharap seluruh jamaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian perjalanan dengan lancar hingga tiba kembali di Tanah Air.
“Kami sangat bersyukur atas kelancaran perjalanan jamaah. Mudah-mudahan seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan hingga kembali ke Kendari. Semoga seluruh rangkaian ibadah diterima Allah SWT dan jamaah memperoleh predikat umrah yang mabrur,” pungkasnya.
Melalui perjalanan tersebut, PT Mulya Mandiri Travel kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan layanan perjalanan umrah yang mengedepankan ibadah, kesehatan, kenyamanan, edukasi sejarah dan pendampingan jamaah. Bagi jamaah, perjalanan ke Tanah Suci pun tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengenang perjuangan Rasulullah SAW. (**)













Komentar