Harianpublik.id,Kendari – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua menyampaikan keprihatinannya atas rendahnya serapan anggaran. Oleh karena itu, dirinya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera mengeksekusi program yang telah direncanakan dan tidak terjebak dalam teori semata.
“Jangan banyak berteori. Pemerintahan itu bukan soal teori, tapi soal eksekusi. Fungsi APBD itu untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Kalau uang masih disimpan di bank, maka pasar kita lesu. Konsumsi masyarakat juga lemah,” ujarnya dengan nada tegas saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sultra di Lapangan Kantor Gubernur, pada Senin (2/6/2025).
Ia menargetkan pada evaluasi Bulan Juni, serapan anggaran bisa mencapai 20 hingga 30 persen, agar fungsi belanja daerah sebagai stimulus ekonomi benar-benar terasa oleh masyarakat.
“Kepala OPD tolong segera evaluasi dan eksekusi program yang bisa dijalankan. Tidak usah tunggu-tunggu. Masyarakat butuh kita bergerak cepat,” tegasnya lagi.
Selain itu, Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap visi-misi pemerintah provinsi, khususnya visi ASR-Hugua yang menjadi pedoman pembangunan daerah. Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari kepala OPD hingga petugas kebersihan, memahami arah pembangunan agar program-program pemerintah tidak berjalan tanpa dasar yang jelas.
“Saya ingatkan, jangan sampai kita masuk kantor hanya urus administrasi. Kita harus tahu, kita ini kerja untuk siapa, untuk apa. Kalau tidak pahami sejarah bangsa, kita bisa kehilangan arah,” pungkas Hugua.
Untuk diketahui, apel gabungan ini diikuti oleh staf ahli gubernur, asisten Sekda, kepala OPD, kepala biro, pejabat struktural dan fungsional, serta ribuan ASN dari berbagai instansi di lingkungan Pemprov Sultra. (**)







Komentar